Ketegangan ini mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB, Jumat (4/1/2013). Saat itu, sekitar 100 orang petugas gabungan dari polisi dan Polsuska secara bergelombang datang ke stasiun ini.
Tujuan mereka untuk mengusur sekitar 10 kios yang menjual buku-buku. Kios itu sendiri lokasinya berdekatan dengan kampus UI, di luar peron dan dibatasi pagar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi sempat memanas saat petugas tetap berusaha menjalankan tugasnya. Namun mahasiswa dan pedagang yang jumlahnya juga mencapai 100 tetap tak mau beranjak. Kondisi di stasiun ini pun menjadi sangat ramai.
"Saat ini sudah mulai cair, tapi kami masih bertahan," lanjutnya.
Aksi yang dilakukan mahasiswa dan pedagang ini bukan tanpa alasan. Mereka mengacu pada surat rekomendasi bernopol No 11/K/PNT/1/2013 yang dikeluarkan Komnas HAM, 3 Januari 2013 kemarin.
Surat yang ditujukan kepada PT KAI itu meminta agar aksi penggusuran di seluruh stasiun yang ada di Jabodetabek bisa dihentikan lebih dulu. Komnas HAM berharap ada dialog antara warga dan PT KAI. Komnas HAM juga meminta PT KAI untuk mengirimkan data, informasi serta fakta yang menjadi landasan mereka melakukan penggusuran.
"Ini yang menjadi landasan kami. Dan surat itu pun sudah kami bagi-bagikan kepada penggusur tadi," tandasnya.
(mok/nwk)










































