Polisi Selidiki Dugaan Pemerkosaan Sadis Bocah Kelas 5 SD di Pulogebang

Polisi Selidiki Dugaan Pemerkosaan Sadis Bocah Kelas 5 SD di Pulogebang

Nala Edwin - detikNews
Jumat, 04 Jan 2013 10:53 WIB
Jakarta - Kondisi bocah kelas 5 SD itu sungguh mengenaskan. Diduga mengalami pemerkosaan sehingga organ seksualnya luka parah, bocah itu sudah 6 hari terbaring koma di RS Persahabatan. Polisi masih menyelidiki kasus kekerasan pada bocah asal Pulogebang, Jakarta Timur, ini.

Polisi sudah memintai keterangan orangtua korban mengenai hal tersebut. Namun korban belum bisa dimintai keterangan karena masih koma.

"Kita belum bisa menyimpulkan apakah ini merupakan pemerkosaan atau bukan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP M Soleh kepada detikcom, Jumat (4/1/2013).

Soleh mengatakan, kesimpulan mengenai pemerkosaan ini belum bisa diambil karena korban belum bisa dimintai keterangan karena masih tak sadarkan diri di RS Persahabatan. Selain itu juga visum belum dilakukan terhadap korban. "Laporan mengenai hal ini juga belum dilakukan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soleh mengatakan, polisi sudah berbicara dengan orangtua korban di RS Persahabatan pagi ini. Dalam pertemuan itu orangtua siswi itu menceritakan anaknya menderita sakit sejak dua bulan lalu. Sakitnya bertambah parah pada tiga minggu terakhir.

"Pernah dibawa ke dokter katanya sakit getah bening dan sakit lambung," katanya.

Karena bocah itu makin parah, tetangganya pada 29 September membawa bocah ini ke RS Persahabatan di Rawamangun untuk mendapatkan perawatan. "Petugas kami sudah melakukan pengecekan tapi anaknya belum bisa bicara," katanya.

Dugaan pemerkosaan ini muncul karena kemaluan bocah itu luka parah. Anak pemulung yang masuk rumah sakit pada 29 Desember ini harus dipasangi alat bantu pernapasan ventilator. Sedangkan suhu tubuh anak bungsu dari 6 bersaudara ini mencapai 39 derajat Celcius.

(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini