Israel Tuding Iran Pengekspor Teror Nomor Satu di Dunia

Israel Tuding Iran Pengekspor Teror Nomor Satu di Dunia

- detikNews
Jumat, 24 Sep 2004 11:42 WIB
Jakarta - Iran dan Israel kian bersitegang. Pemerintah Israel menuding bahwa Iran telah menggantikan Saddam Hussein sebagai "pengekspor teror nomor satu di dunia," yang mengancam negara Yahudi itu dan seluruh dunia.Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Silvan Shalom pada pertemuan tingkat menteri Majelis Umum PBB di New York, AS, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (24/9/2004)."Komunitas internasional kini menyadari bahwa Irak tidak hanya mendatangkan ancaman bagi keamanan Israel namun juga bagi keamanan seluruh dunia," seru Shalom.Pejabat tinggi Israel itu juga menjuluki Suriah sebagai pendukung teror yang "aktif". Shalom meminta Majelis Umum PBB untuk menangani aktivitas-aktivitas kedua negara Timur Tengah itu. Shalom menuturkan, masalah program nuklir Iran harus dibawa ke Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, rudal-rudal milik Teheran bisa mencapai London, Paris dan Rusia selatan. Sebelumnya Menlu Iran Kamal Kharrazi mengeluarkan ancaman terhadap Israel untuk tidak menyerang fasilitas nuklirnya. Jika itu dilakukan Israel maka Iran akan membalas dengan sangat keras.Ancaman ini disampaikan sehari setelah Israel menyatakan bahwa AS telah menjual 5 ribu bom kepada negeri itu, termasuk 500 bom-bom penghancur bunker yang bisa menghancurkan tembok-tembok beton tinggi. Pada tahun 1981 lalu, Israel pernah mengebom reaktor nuklir Irak."Israel selalu menjadi ancaman, tidak saja bagi Iran namun juga semua negara," tegas Kharrazi. Menurutnya, konflik utama di Timur Tengah adalah "kebebasan Israel memproduksi sebanyak mungkin yang mereka butuhkan -- bom nuklir dan juga senjata pemusnah massal lainnya. Namun yakinlah, setiap tindakan Israel sudah pasti akan kami balas dengan sangat keras," tandas Kharrazi. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini