Rampok Rumah Anggota DPRD Grobogan, 4 Pemuda Mengaku Lupa-lupa Ingat

Rampok Rumah Anggota DPRD Grobogan, 4 Pemuda Mengaku Lupa-lupa Ingat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 03 Jan 2013 17:55 WIB
Rampok Rumah Anggota DPRD Grobogan, 4 Pemuda Mengaku Lupa-lupa Ingat
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Empat pelaku perampokan di rumah milik anggota DPRD Kabupaten Grobogan, Mustofa, yang berada di Jl. Gedongsongo II No 22 RT 02 RW 3 Kelurahan Manyaran, Semarang, berhasil diringkus aparat kepolisian. Sedangkan empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Menurut salah satu tersangka, Yuli alias Kucir (30), ia dan rekan-rekannya melakukan aksi tanpa direncanakan. Saat merampok, mereka dalam keadaan terpengaruh minuman keras dan membawa senjata parang.

"Habis minum ciu sama congyang (minuman keras lokal), terus muter-muter di sekitar situ dan langsung aja," kata Yuli di Mapolsek Semarang Barat, Kamis (3/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keadaan setengah sadar, Yuli hanya ingat saat mengambil handphone dari rumah tersebut. Setelah itu, ia langsung pulang ke rumahnya di daerah Bulustalan Semarang.

"Yang saya ingat, saya bawa parang, cuma ambil HP," tandasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan melalui Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan, ketiga tersangka lainnya yang berhasil dibekuk adalah Kuswanto alias Pesek (23), Pipit alias Pitik (29), dan Ficky (27).

"Keempat tersangka kami tangkap tadi malam di rumahnya masing-masing," ujar Yani.

Dari empat tersangka yang berhasil dibekuk, polisi mengamankan Honda GL Pro bernopol H 2360 RF yang digunakan tersangka dan sebuah DVD hasil perampokan. Dari pengakuan tersangka, empat pelaku yang belum tertangkap bernama Gendon, Totok, Gogon, dan Danang.

"Pelaku yang diperkirakan delapan orang masuk ke rumah warga. Mereka langsung melukai korban dan mengambil sembilan HP, DVD player dan uang tunai," pungkasnya.

Perampokan yang terjadi hari Kamis (27/12/2012) sekitar pukul 02.00 WIB itu menyebabkan enam korban terluka akibat benda tajam. Salah satu korban, Zaenudin (16) bahkan harus dilarikan ke RS Kariadi Semarang karena menderita luka bacok di pergelangan tangan kanan dan kiri di sekitar urat nadi serta luka di kaki kiri.

Korban lainnya adalah penjaga rumah, Hartadi Novianto (23) yang terluka di punggung, kaki dan sobek di bawah ketiak kiri, Rithoa Dedy Wibowo (30) terluka bacok di kepala namun bisa diatasi oleh puskesmas setempat, Maskur (26) luka memar di pipi kanan, Yanuardi Kusmanto (23) luka di bibir dan terakhir Ricoh Ariadijaya (19) mengalami memar dan lecet.

Enam korban tersebut terluka karena para pelaku memaksa masuk dan menyabetkan parangnya. Bahkan mereka sempat berusaha merusak televisi dan menjatuhkan motor yang berada di garasi. Sementara itu pemilik rumah, Mustofa diketahui memang jarang datang ke rumahnya di Semarang karena kesibukannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Grobogan.

"Hingga saat ini kasusnya masih kami kembangkan," tutup Yani.

(alg/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini