"Saya memang perintahkan untuk ada kejadian-kejadian seperti ini dan harus sering ditegaskan," kata Jokowi usai meninjau Terminal Senen, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).
Menurut dia, diperlukan cara untuk mengubah budaya sopir tembak. Dengan razia diharapkan sopir tembak dapat ditertibkan dan memberikan rasa aman bagi penumpang angkutan umum.
Sanksinya apa? "Sanksinya langsung ditilang, masuk kandang. Kemudian ada stimulan agar pemilik mau berganti bus yang baru. Entah pola hibah atau ngumpul di sebuah koperasi," jawab Jokowi.
Jokowi mengatakan diperlukan penataan ulang trayek. Ia berencana membeli 1.000 bus sedang agar dapat dijadikan stimulan bagi perusahaan badan hukum atau koperasi untuk memperbarui bisnisnya.
"Januari 40 bus sedang, Kopaja sedang, baru. Nanti akan lewat jalur Bus TransJ. Mungkin Maret tambah lagi 60 (bus). Kalau tambah 1.000 lagi ada stimulan sehingga bus-bus yang jelek ini harus ganti, harus diganti," kata Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu.
Selain itu, lanjut Jokowi, semua bus harus punya pool sehingga mudah membina dan mengidentifikasi.
"Angkot juga semua ditata ulang. Trayek itu tidak hanya busway, Kopaja, Metromini supaya semua dapat manfaat bus baru, Kopaja, Metromini baru nanti semua pertengahan Januari dicoba nanti di koridor I (Blok M-Kota)," kata Jokowi.
(aan/nrl)











































