Sutjipto: Barisan Sakit Hati Ancam Duduki DPP PDIP

Sutjipto: Barisan Sakit Hati Ancam Duduki DPP PDIP

- detikNews
Jumat, 24 Sep 2004 10:48 WIB
Jakarta - Barisan sakit hati mengancam akan menduduki kantor DPP PDIP Selasa (28/9/2004). Hal ini sehubungan dengan kekalahan Megawati dalam Pilpres tahap kedua yang membuat hubungan antarelit PDIP memanas.Demikian disampaikan Sekjen DPP PDIP Sutjipto kepada wartawan di Gedung DPR/MPR Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2004)."Kemarin saya terima sms bahwa ada barisan sakit hati yang dikoordinir oleh Nonong (anak buah Haryanto Taslam) yang akan menduduki kantor DPP PDIP hari Selasa depan," kata Sutjipto.Tak hanya itu, Sutjipto menceritakan, dalam sms itu dirinya juga diancam."Barisan sakit hati itu juga mengancam akan menggunakan pendekatan kekerasan pada saya, Pram (Pramono Anung), dan Gunawan (Gunawan Wirosarojo)," Sutjipto berujar.Sutjipto mengaku khawatir akan adanya ancaman tersebut. "Saya khawatir pola-pola zaman orde baru muncul lagi dengan pendekatan kekerasan. Setelah itu mengharapkan backup dari yang punya kekuatan," lanjutnya.Asal mula konflik di tubuh PDIP, menurut Sutjipto, berawal dari kritik keras Kwik Kian Gie. "Ini berawal dari saat Pak Kwik melancarkan kritik keras yang menurut saya lebih seperti caci-maki," Sutjipto berujar. Menanggapi rencana pendudukan DPP, Sutjipto mengatakan akan memperketat pengamanan kantor DPP PDIP di Jl Lenteng Agung Jakarta Selatan. "Langkah kami akan tetap mengamankan kantor DPP. Kalau memang ada kader yang terlibat akan ditindak tegas, tapi belum tentu yang sampai di DPP nanti kader semua. Karena seperti demo yang pernah terjadi, yang terlibat justru orang-orang dari luar," tukasnya.Lebih lanjut lagi, Sutjipto mengaku tahu Kwik akan masuk dalam kabinet SBY. "Saya sudah dengar informasi, Kwik telah menyatakan siap masuk dalam jajaran kabinet yang akan datang. Kalau itu benar, berarti langkah-langkah sekarang ada kaitan dengan keputusan dia masuk kabinet. Berarti ini bentuk langkah jual murah partai, kawan dan lain-lain," tegasnya.Ditanya apakah konflik dalam tubuh PDIP disebabkan oleh pihak SBY-JK Sutjipto membantah. "Sampai sekarang belum ada gejala bahwa yang menunggangi PDIP ada hubungannya dengan kubu SBY-JK. Tapi tidak mustahil pihak-pihak yang berseberangan dengan DPP PDIP sekarang berusaha mencari pendekatan ke arah sana," demikian Sutjipto. (dit/)


Berita Terkait