3 Barang dari Rakyat untuk Jokowi-Ahok

3 Barang dari Rakyat untuk Jokowi-Ahok

Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 03 Jan 2013 12:10 WIB
3 Barang dari Rakyat untuk Jokowi-Ahok
Jakarta - Tidak susah untuk mendekati Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Untuk berkeluh kesah atau pun memberi 'hadiah' a la kadarnya.

Berikut 3 barang untuk Jokowi-Ahok yang detikcom pemberian warga menurut catatan detikcom, Kamis (3/12/2012):



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berkas 15 kg

Herman Gunawan
Herman Gunawan (50) Ketua Persatuan Pedagang Tradisional Eksisting Pasar Kramat Jati (PPTEPK) membawa setumpuk kertas seberat 15 kg berisi surat keluhan pedagang tradisional Kramat Jati. Dia bahkan nampak susah payah membawa kantong kresek merah tersebut.

Herman berniat menyuarakan mahalnya harga sewa kios kepada Ahok. Dia bahkan sudah tiba di Balaikota pukul 07.50 WIB.

"Kami akan dimediasi dengan Dirut PD Pasar Jaya. Tempo hari kan sudah minta harga sekian dengan cicilan nggak pakai bunga. Belakangan teman-teman banyak yang nggak sanggup," ujarnya di ruang tunggu wagub, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).

Saat ini menurutnya, sebagian besar pedagang tidak setuju dengan harga sewa kios. Harga paling mahal bisa mencapai Rp 9 juta yang harus dibayar selama 3,5 tahun.

"Kan ini (untuk) 15 tahun, 2011-2025 mau minta diperingan lagi harganya, inikan revitalisasi," tambah Herman.

Pasar tradisional Kramat Jati terdiri dari sekitar 600 pedagang. Sebagian dari mereka sudah memakai jasa rentenir untuk menyewa kios.

"Agaknya ditinjau kembali, karena banyak teman yang kurang mampu," keluhnya.

Lukisan Penolak Banjir

Seorang seniman tua bernama Sutanto (76) membawa lukisan Jokowi-Ahok beserta istri yang disebutnya sebagai lukisan penolak banjir Jakarta. Sutanto membawa lukisan berukuran 135x75 cm.

Sutanto, datang ke Balai Kota DKI Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2012). Dia merupakan warga Gading Indah 5 nomor 50 RT 12 RW 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam lukisan tersebut, tampak wajah Jokowi didampingi istri Iriana Widodo dan Ahok bersama istri Veronica Tan.

Pasangan pemimpin DKI tersebut tampak mengenakan pakaian dinas jas warna putih beserta topi, sedangkan Iriana dan Veronica tampak mengenakan kebaya putih.

Lukisan tersebut juga diberi tulisan "Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga Gubernur Jokowi-Ahok Sukseskan Jakarta 2013". Lukisan tersebut berlatar belakang bendera Merah Putih, tugu Monas, burung Garuda, pohon cemara dan gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Sutanto mengaku, untuk membuat lukisan tersebut, dirinya harus melewati prosesi ritual khusus, dengan cara bertapa dan berpuasa selama 1 bulan.

"Lukisan ini bisa menolak banjir. Saya buat ini dengan bertapa selama satu bulan, terus puasa," katanya.

Sutanto dan lukisannya pun diterima oleh Ahok.

Segelas Es Kelapa Muda

Jannah, pemilik warteg menyuguhi Jokowi segelas es kelapa muda nan segar saat makan siang di sebuah warteg. Jokowi kaget dengan hadiah yang diberikan hajjah tersebut.

"Lho ini apa?" kata Jokowi yang sebelumnya sudah disediakan air mineral oleh sang ajudan.

"Itu (dari) suami saya, Pak. Coba kelapa mudanya," kata Jannah, pemilik warteg di sekitar Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2012).

Jokowi lalu melanjutkan santap siangnya sambil bercengkrama dengan warga. Menu Jokowi tempe, teri kacang, telor dadar dan terong balado.

Sebelum makan, Jokowi shopping usai salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa. Dia memborong sepatu dan kemeja. Dia pun tidak malu menawar harga.
Halaman 2 dari 4
(nwy/nrl)


Berita Terkait