Perpecahan Elit PDIP Diperkirakan Makin Memanas

Perpecahan Elit PDIP Diperkirakan Makin Memanas

- detikNews
Jumat, 24 Sep 2004 10:14 WIB
Jakarta - Kekalahan Megawati dalam pemilihan presiden (pilpres) tahap kedua membuat hubungan antarelit PDIP memanas. Setidaknya ada tiga tuntutan yang membuat ketegangan semakin menjadi-jadi. Pertama, tuntutan Kwik Kian Gie cs agar gang of three di DPP PDIP mundur. Kedua, tuntutan sejumlah fungsionaris PDIP agar kongres PDIP dimajukan. Ketiga, tuntutan Roy B Janis agar Koalisi Kebangsaan dibubarkan saja. Tiga tuntutan itu telah menggelinding dan diprediksi akan membuat perpecahan yang serius menjelang kongres nanti. Bahkan, gerakan Kwik cs juga tampaknya maju terus pantang mundur. Kwik misalnya, dengan didampingi beberapa politisi senior PDIP akan menggelar jumpa pers di Jl. Tambak 27, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB, Jumat (24/9/2004). Kabarnya, dalam jumpa pers itu, Kwik akan menyampaikan tuntutan-tuntutan demi perbaikan PDIP di masa mendatang. Salah satunya akan menyampaikan kembali mengenai soal tuntutan mundur 'gang of Three' yang dituding sebagai pihak paling bertanggung jawab atas kegagalan Megawati. 'Gang of Three' yang dimaksud adalah Sekjen DPP PDIP Sutjipto, Wasekjen Pramono Anung, dan Ketua Gunawan Wirosarojo. Tiga tuntutan di atas sebenarnya telah ditanggapi elit PDIP yang selama ini mengendalikan PDIP. Sutjipto misalnya, merespons pernyataan Kwik. Menurut dia, kegagalan Mega merupakan kegagalan DPP PDIP, bukan orang per orang. "Kita semua bertanggung jawab terutama semua di DPP bertanggung jawab termasuk, Kwik Kian Gie. Namanya juga partai. Saya ingin komentar khusus Pak Kwik, dia itu sebagai pengurus DPP tidak pernah hadir dalam rapat. Hanya satu atau dua kali saja. Dari dulu bisanya dia hanya teriak saja," ungkap Sutjipto bernada keras.Pramono Anung juga menanggapi tentang tuntutan Sukowaluyo Mintohardjo dan Haryanto Taslam mengenai dipercepatnya kongres PDIP. Menurut Pramono, tuntutan itu tidak masuk akal, karena masalah kongres sudah ditetapkan dalam Rapim dan tetap akan digelar pada April 2005. Sedangkan mengenai tuntutan agar Koalisi Kebangsaan dibubarkan, masih menjadi perdebatan di antara elit PDIP. Tapi, Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung telah mewanti-wanti agar semua partai yang tergabung dalam koalisi itu untuk konsisten. (asy/)


Berita Terkait