Kesaksian Rangga di Lokasi Kecelakaan: Rasyid Tak Terluka Tapi Shock

Kesaksian Rangga di Lokasi Kecelakaan: Rasyid Tak Terluka Tapi Shock

- detikNews
Kamis, 03 Jan 2013 09:22 WIB
Kesaksian Rangga di Lokasi Kecelakaan: Rasyid Tak Terluka Tapi Shock
Suasana lokasi kecelakaan (Foto: Rangga/detikcom)
Jakarta - Rangga Nugraha bercerita soal detik-detik kecelakaan di ruas Jagorawi antara BMW X5 milik Rasyid Amrullah Rajasa dengan Daihatsu Luxio yang disaksikannya. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 05.45 WIB, Selasa (1/1/2013).

Rangga adalah warga Bogor yang saat kejadian sedang mengemudikan mobil Toyota Avanza tepat di belakang mobil BMW X5. Dia mengaku dirinya sama sekali tak mengenal Rasyid. Bertemu pun baru pertama kali saat kejadian itu. Avanza itu milik pamannya yang dia pinjam untuk turun ke Jakarta menikmati malam tahun baru.

"Mobil gua berhenti di samping mobil dia pas kejadian. Terus gua turun dari mobil, Rasyid juga turun dari mobilnya," kata Rangga saat ditemui detikcom di rumahnya di Gadog, Puncak, Bogor, Rabu (3/1/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di rumahnya yang seperti vila di kawasan Puncak pada umumnya, Rangga tinggal bersama keluarganya. Ada ayah dan ibunya. Kakaknya tinggal di Tangerang. 2 Adiknya berkuliah di Bandung. Sebuah mobil sedan BMW terparkir di garasinya.

Saat turun dari mobil, Rangga melihat Rasyid dalam kondisi sehat. "Dia sehat, nggak terluka memang agak shock kelihatannya. Tapi dia langsung turun angkat anak kecil ke pinggiran. Gua angkat yang bayi, gua gendong masih ada nafasnya," jelas Rangga yang saat bercerita didampingi Yuli, ibunya, yang mengenakan busana muslimah. Belakangan diketahui Rasyid menggendong Rifal (8) dan Rangga menggendong bayi Raihan (14 bulan) yang akhirnya meninggal.

Proses evakuasi segera dilakukan. Tapi yang Rangga heran, dia tidak tahu berasal dari mana para korban itu. Yang dia lihat waktu itu, BMW X5 menabrak sesuatu lalu ada orang-orang terpental. Posisi mobil dia persis di belakang mobil Rasyid jadi dia tidak melihat apa yang ditabrak BMW itu.

"Saya sempat tanya sama ibu yang teriak-teriak. Ibu naik apa, apa lagi nyeberang. Kata si ibu, dia naik omprengan, tapi habis ditabrak, mobilnya jalan terus. Saya nggak tahu itu BMW nabrak Luxio, soalnya nggak ada mobil Luxio-nya di situ," terangnya.

Rangga baru tahu betapa hebohnya kecelakaan itu ketika nonton TV. Nah, yang bikin dia akhirnya ngetweet, ketika sebuah TV memberikan ilustrasi Luxio terbalik. Berkat tweet itu jugalah detikcom menemukan Rangga.

"Itu di TV kan katanya mobil terbalik. Lah, gua di lokasi, nggak ada mobil yang terbalik," jelas Rangga.

Rangga berdua dengan Rasyid mengevakuasi korban. Kemudian ada petugas Jasa Marga yang datang. Ada juga mobil-mobil lain yang melambat dan malah mengambil foto. Beberapa petugas Polres Jakarta Utara yang melintas juga turun dan melakukan olah TKP dengan melakukan pengamanan. Saat itu Rasyid sempat menelepon seseorang, Rangga tidak tahu siapa, tapi telepon diberikan ke petugas polisi itu.

"Si Acid bilang (Rasyid mengenalkan diri sebagai Acid-red), dia minta mobil gua dipakai buat angkut korban, soalnya ambulans ditunggu nggak datang-datang. Akhirnya, mobil gua pakai buat bawa keluarga itu yang terluka 4 orang ke RS UKI," jelas jebolan Universitas Surabaya yang tengah merintis karier wiraswasta ini.

Rangga kemudian meminta SIM Rasyid untuk jaminan RS. Ini dilakukannya karena pada awal Desember lalu dia menolong korban tabrak lari dan dia bawa ke RSCM. Tapi kemudian malah dia yang repot disuruh menjadi jaminan.

"Waktu gua lihat SIM-nya ada nama Rajasa, gua tanya ke Acid, lu keluarga Rajasa, dia cuma ketawa. Dia nggak bilang anaknya Hatta Rajasa," terang Rangga.

Rangga kemudian meluncur didampingi petugas Jasa Marga ke RS UKI dengan bermodal SIM Rasyid. Saat di RS UKI, yang dia tahu Raihan masih ada nafasnya. SIM Rasyid pun diberikan sebagai jaminan ke UGD RS UKI. Kemudian dia pergi kembali lagi ke lokasi. Dia memang hendak pulang ke Gadog.

"Mobil gua penuh darah, tapi ya nggak apa-apa, gua ikhlas bantu. Zaman sekarang kalau ada kecelakaan jarang orang yang mau bantu. Gua nggak mau kaya gitu," terang pria kurus berkacamata ini.

(/)


Berita Terkait