Jokowi Ingin Pembangunan Deep Tunnel Bersifat Terbuka

Hari ke-79 Jokowi

Jokowi Ingin Pembangunan Deep Tunnel Bersifat Terbuka

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 02 Jan 2013 18:35 WIB
Jokowi Ingin Pembangunan Deep Tunnel Bersifat Terbuka
Jakarta -

Gubernur Jokowi melakukan pembahasan masalah terowongan Multi Guna (deep tunnel) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Jokowi ingin agar pembangunan terowongan ini bersifat terbuka.

"Ya mesti dibuka to yo. Silakan siapa yang mau masuk," kata Jokowi saat ditanya wartawan apakah pembuatan terowongan ini akan menggunakan sistem tender atau penunjukan langsung di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Jokowi meminta agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyiapkan payung hukum mengenai terowongan tersebut. Menurutnya pembangunan deep tunel itu harus masuk ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari dulu memang belum dimasukkan, ini harus kerja apa pun dikeroyoklah jangan kerja linear seperti ini," katanya.

Selain pembuatan terowongan ini, Jokowi meminta program pengendalian banjir seperti pengerukan kali dan normalisasi kali juga tetap dilakukan. "Mengeruk kali tetap dilakukan, normalisasi tetap dilakukan, tapi memang harus ada terobosan. Yang terobosan tetap dikerjakan dan yang linear juga tetap dilakukan," katanya.

Jokowi mengatakan sudah ada investor yang ingin ikut dalam pembuatan terowongan tersebut. "Satu, dua, tiga sudah," katanya.

"Pembuatan terowongan ini apakah akan dikerjakan oleh luar negeri atau dalam negeri ?" tanya wartawan.

"Kalau tidak ada tingkat RT, kalau tidak ada tingkat RW, kalau tidak ada tingkat kota, kalau tidak ada lagi tingkat nasional, kalau tidak ada lagi tingkat," kata Jokowi sambil tertawa dan tidak melanjutkan lagi perkataannya.

Jokowi mengatakan, berbagai pihak dilibatkan dalam pembuatan terowongan raksasa ini seperti Kementerian PU dan juga Bapenas. "Semuanya masuk dan kementerian teknis lainnya," katanya.

Jokowi mengatakan akan menyampaikan gambar terowongan itu besok. Sedangkan mengenai berapa biaya alokasi APBD pembuatannya, Jokowi belum bisa menjawab secara pasti.

"Kalau APBD-nya diminta kita ada yang paling penting saya mau tanya ke investornya berapa titik banjir yang bisa berkurang," katanya.

(nal/trw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads