Euforia KJS karena Belum Ada Sistem Rujukan yang Tepat

Hari ke-79 Jokowi

Euforia KJS karena Belum Ada Sistem Rujukan yang Tepat

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 02 Jan 2013 18:45 WIB
Euforia KJS karena Belum Ada Sistem Rujukan yang Tepat
Jakarta -

Kartu Jakarta Sehat (KJS) memicu jumlah pasien di beberapa RSUD di Jakarta sangat banyak dari biasanya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menilai hal ini terjadi karena belum ada sistem rujukan yang baik.

"Makanya kita buat sistem rujukan. Kita akan buat konsep rujukan yang lebih bagus," kata pria yang akrab disapa Ahok tersebut di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2013).

Menurut Ahok, calon pasien pemegang KJS sebagian besar tidak menggunakan rujukan dari Puskesmas, dan langsung mendatangi RSUD. Oleh karena itu, ia berencana menerapkan sistem rujukan online.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini kan tidak ada online, jadi orang masih bisa memalsukan rujukan," ujar Ahok.

Sistem rujukan online ini merupakan rujukan dari Puskesmas ke RSUD terdekat, sehingga para calon pasien harus mendapatkan rujukan dari Puskesmas sebelum mendatangi rumah sakit. Sistem ini direncanakan akan diberlakukan pada Maret 2013.

"Setelah ketok palu (APBD), Maret sudah bisa (penerapan sistem rujukan online)," tutup mantan Bupati Belitung Timur ini.

Sebelumnya, RSUD Tarakan kebanjiran pasien pengguna KJS dan menimbulkan perubahan pola kerja dan kinerja para dokter di rumah sakit yang terletak di Jalan Kyai Caringin, Gambir Jakarta Pusat ini.

"Memang, saat ini ada suatu perubahan kinerja (dengan penerapan KJS), tapi semuanya harus kita sikapi dengan wise. Saya sehari kalau menangani 200 pasien saja nggak apa-apa. Lha ini sehari bisa 700, bahkan hari Senin dan Selasa bisa 1.200 pasien," ungkap Direktur Utama RSUD Tarakan, Koesmedi, kepada detikcom, Jumat (28/12).

(vid/nwk)


Berita Terkait