"Bukan dadakan. Setelah melihat SiLPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) Rp 10 triliun jadi kita berani hidupkan," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2012).
Ide Deep Tunnel atau Terowongan Multi Guna itu sempat direncanakan era Gubernur Sutiyoso tahun 2007. Sutiyoso sempat melakukan studi banding ke Malaysia.
Namun pengamat perkotaan Yayat Supriyatna menyatakan bahwa struktur tanah Jakarta dengan Kuala Lumpur Malaysia berbeda sehingga perlu kajian kembali untuk merealisasikan proyek tersebut.
Menanggapi hal ini, Ahok mengatakan, itu bukan kendala jika ada dana yang mencukupi.
"Itu karena uangnya nggak cukup, dulu (saat era Sutiyoso). Sekarang kan cukup, ada SiLPA. Dan proyeknya empat tahun," jawab Ahok yang sedang mengenakan busana Betawi ini.
Jokowi mengatakan Terowongan Multi Guna tersebut nantinya akan terintegrasi dengan MRT dan jalan tol, membentang dari Jalan MT Haryono sampai Pluit. Pemprov DKI Jakarta menyediakan anggaran senilai Rp 16 triliun secara multiyears selama 4-5 tahun.
(mad/van)











































