ICW: BPK Harus Audit Dana Abadi Pendidikan

ICW: BPK Harus Audit Dana Abadi Pendidikan

Salmah Muslimah - detikNews
Rabu, 02 Jan 2013 17:25 WIB
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebenarnya memiliki dana abadi pendidikan. Indonesian Corruption Watch (ICW) meminta agar dana tersebut segera diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dana ini perlu diaudit oleh BPK secepatnya," kata Peneliti ICW, Febri saat konferensi pers di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Rabu (2/1/2012).

Menurutnya keberadaan dana abadi pendidikan tidak memiliki landasan yang kuat. Anggaran ini seharusnya digunakan dalam satu tahun anggaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemendikbud pada tahun 2012 telah mengalokasikan dana abadi pendidikan yang akan diinvenstasikan pada sektor-sektor tertentu. Dana ini diharapkan memberikan bunga yang akan digunakan untuk membiayai beasiswa dan penelitian dosen. Sampai saat ini dana abadi pendidikan telah terkumpul sekitar Rp 10 triliun dan diperkirakan akan mencapai Rp 15 triliun pada 2013.

"Sumber dana dari APBN, bisa diinvest misalnya ke bursa efek, nanti keuntungannya untuk dimasukin lagi ke dana abadi, jadi pengelolaannya diputer," ungkap Febri.

Menurutnya, sistem pendidikan nasional tidak mengenal model pengelolaan anggaran diputar seperti ini. Semua anggaran habis selama satu periode anggaran dan tidak untuk diinvestasikan. Pemutaran dana untuk mendapatkan bunga bukanlah hal yang tepat karena bisa memicu pemburu rente untuk mendapatkan keuntungan atas investasi dana.

"Memicu adanya peluang kecurangan," kata Febri.

(/)



Berita Terkait