Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Unu Nurdin mengatakan, volume peningkatan sampah di acara JNF tadi malam mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Diperkirakan mencapai 10 persen dari sampah yang dihasilkan setiap hari.
"Peningkatan volume sampah saya prediksi mencapai 10 persen. Ini memang lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 6 persen. Tapi untuk hitungan riilnya masih ada di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantar Gebang," kata Unu saat dihubungi wartawan, Selasa (1/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi malam ribuan atau bahkan lebih manusia berkumpul sepanjang jalur itu. Sampah memang jadi tidak terkontrol. Kalau bisa dilalui kendaraan, seperti mobil, kebanyakan mereka punya tempat sampah di dalamnya," paparnya.
Namun demikian, Unu memastikan sampah di are JNF tersebut kini sudah dibersihkan. Sebab Unu sudah mengerahkan sebanyak sebanyak 330 petugas kebersihan yang disiagakan sejak 31 Desember 2012 kemarin.
"Sudah ada germor (gerobak motor) sejak sore. Ada juga truk yang stand by, sehingga ketika sampah menumpuk langsung bisa diangkat. Tadi saya cek pukul 05.00 sudah bersih, tinggal bekas sisa pedagang kaki lima," jelasnya.
Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah pelik bagi Jakarta. Tiap harinya 6.500 ton sampah dibuang warga Jakarta. Volume sampah ini naik rata-rata 5 persen setiap tahunnya. 6.500 ton sampah ini dihasilkan oleh penduduk Jakarta yang pencapai 10 juta orang. Sampah-sampah tersebut diangkut 1.100 truk pengangkut sampah yang melayani warga Jakarta.
Jika angka jumlah sampah di DKI setiap harinya mencapai 6.500 ton maka sampah yang dihasilkan dari acara JNF mencapai angka 650 ton atau 10 persen sesuai prediksi Unu Nurdin.
(jor/asp)










































