Pantauan detikcom di lokasi, Senin (31/12/2012), tampak puluhan pedagang terompet mengelilingi Bunderan HI. Mereka menjual sedikitnya tiga jenis terompet, yakni terompet pompa, terompet tiup dari plastik, dan terompet tiup dari karton dengan beragam bentuk.
Para pedagang ini ada yang menjajakan terompetnya dengan berkeliling mendatangi kerumunan pengunjung. Ada pula yang menunggu pembeli dari pengendara yang melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Kampung Melayu, Jakarta Timur, ini hanya menjual dua jenis terompet, yakni terompet pompa yang memang cukup laku keras diminat pengunjung dan terompet tiup dari plastik. Untuk terompet pompa, Kusman mematok harga Rp 25.000 per terompet, sedangkan terompet tiup plastik ia hargau Rp 10.000 per unit.
"Pompa Rp 25.000, tiup Rp 10.000, karton Rp 5.000. Kalau hari biasa paling yang pompa cuman Rp 15.000," ujar Kusman.
Banyaknya pedagang terompet yang semakin ramai menjelang malam ini membuat persaingan dirasakan Kusman cukup sulit. Sejak berdagang dari pukul 10.00 WIB, Kusman baru berhasil menjual 4 unit terompet pompanya di Bundaran HI.
"Dari pukul 10.00 WIB, baru laku empat, yang dipompa. Mau dagang sampai pukul 02.00 WIB nanti," ujar Kusman.
Selain itu, ratusan pedagang makanan juga memenuhi sepanjang trotoar yang mengelilingi Bundaran HI. Bahkan pedagang yang menjajakan dagangannya di depan Polpol HI sempat diminta pindah oleh petugas polisi.
"Untuk para pedagang di depan Pospol, harap memindahkan gerobaknya. Area depan Pospol harus steril," ujar salah seorang petugas kepolisian menggunakan pengeras suara Pospol.
Saat ini, arus lalu lintas sepanjang Thamrin-Sudirman mulai disterilkan dari kendaraan. Namun, kepadatan kendaraan masih tampak dari berbagai arah melintasi Bunderan HI. Pengunjung yang memenuhi Bundaran HI sudah mencapai ribuan orang.
(vid/ndr)











































