Surat Akbar itu berbuntut serangan dari politisi Golkar yang lain. Bahkan Sekjen Golkar Idrus Marham meminta agar Akbar diberi peringatan keras. Lalu apa tanggapan Akbar soal ini, benarkah ada niatan dia mengkudeta Ical?
"Kok bicara kudeta, mana ada kudeta, masa saya kudeta. Jangan dong," kata Akbar usai menghadiri Ultah Taufiq Kiemas di Balai Kartini, Jakarta, Senin (31/12/2012).
Akbar menjelaskan, dirinya dan anggota dewan pertimbangan sudah ikhlas mendukung Ical menjadi Capres. Tapi tentunya seperti yang sudah disampaikan dalam Rapimnas di Bogor Juni lalu, Ical maju dengan melihat elektabilitas.
"Saya mempunyai keputusan dan kami sebagai Wantim mempunyai pandangan terkait daripada Golkar, kami mengacu kepada UU tentang Pilpres No 42 tahun 2008, di mana penetapan capres dari setiap partai politik itu sebaiknya demokratis dan terbuka. Itu saja, tapi tidak ada sedikit pun ucapan saya meragukan dukungan kepada Aburizal Bakrie, tidak ada," terangnya.
Bahkan dirinya mendorong elektabilitas Ical diperjuangkan agar terus meningkat. "Itulah yang kami lakukan bersama-sama Wantim yang lain," tegas Akbar.
(ndr/ndr)











































