Kepala Kepolisian Resor (Polres) Samosir, AKBP Donny Damanik menyatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku yang meletakkan benda mirip bom rakitan di Gereja Katolik St Yoseph di Desa Salaon Toba, Kecamatan Ronggur Nihuta. Ada beberapa saksi sudah dimintai keterangan.
"Ada warga yang sudah dimintai keterangan. Tetapi keterangan yang diperoleh belum mengarah kepada pelaku. Kita masih intensifkan penyelidikan," kata Donny Damanik kepada wartawan, Sabtu (29/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita meminta warga tetap tenang. Kami di sini, bersama unsur Muspida, pemuka masyarakat, dan pemuka agama, sudah melakukan pertemuan dan mengeluarkan pernyataan bersama agar masyarakat tidak resah," kata Kapolres Damanik.
Benda mencurigakan yang dibuat terkesan seperti bom rakitan itu ditemukan di samping Gereja Katolik St Yoseph di Desa Salaon Toba, Kecamatan Ronggur Nihuta. Setelah didisposal tim Brimob siang tadi, diketahui benda tersebut tidak memiliki daya ledak.
Materialnya berupa dua botol bekas minuman bir berisi paku dan direkatkan dengan plester dan terhubung melalui kabel dengan batere. Tak ada detonator tak ada bahan peledak. Hanya mirip bom rakitan.
(rul/gah)











































