Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui kasus pembajakan angkot 06A jurusan Kampung Melayu-Gandaria oleh dua orang pengamen yang menyebabkan 1 orang tewas dan beberapa orang luka-luka. Jokowi pun mengaku sudah menginstruksikan Satpol PP untuk menjaga di titik rawan kejahatan.
"Ya titik-titik di manapun baik di terminal, angkot, busway, harus dijaga keamanannya. Kalau di titik-titik itu sudah saya suruh kekuatan Satpol berdiri di situ. Tapi kenyataannya masih ada," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan itu usai mendatangi warga Hang Jebat di lahan sengketa Jl Hang Jebat RT 5/8 Kelurahan Gunung, Kecamatan kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (29/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kenyataannya masih ada toh. Itu yang diselesaikan, tapi jangan langsung loncat ke saya," tutur pria berumur 51 tahun ini.
Angkot 06A jurusan Kampung Melayu-Gandaria dibajak oleh dua orang pengamen pada Jumat (28/12/2012) sekitar pukul 22.30 WIB. Satu orang tewas dan empat orang luka-luka karena berusaha melarikan diri dengan meloncat dari angkot yang melaju kencang ini. Pengamen tersebut juga menodongkan pisau lipat ke penumpang dan meminta ponsel dan dompet.
Polisi hingga kini masih memburu dua orang pengamen tersebut. Sedangkan sopir tembak dan angkotnya hingga kini masih diamankan oleh polisi.
(nwy/gah)










































