"Kalau Pak SBY mau meninggalkan nama baik atau tinta emas, mau tidak mau anggota kabinet yang kinerjanya jelek ya dicopot saja," kata pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris di Hotel Gren Alia Cikini, Jakpus, Sabtu (29/12/2012).
Menurut Syamsuddin reshuffle tepat dilakukan untuk mendorong kinerja kabinet. Alasan pergantian menteri kata dia dapat merujuk pada hasil evaluasi kementerian yang dilakukan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Presiden juga harus memperhatikan serapan anggaran di kementerian. "Salah satu pertimbangan yang dipakai adalah mengenai kemampuan menyerap anggaran," ujar Haris.
Berdasarkan catatan Seknas FITRA dari Laporan Realisasi Anggaran Semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan 2012 belum mencapai 50 persen sebagaimana yang ditargetkan.
Enam kementerian yang penyerapan anggarannya tidak maksimal adalah Kemenpera, Kemenpora, Kementerian ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar dan Kemenko Kesra.
"Reshuffle jangan ditimbang-timbang lagi koaliasinya dengan siapa daripada tidak sama sekali," tutur Haris.
(fdn/gah)











































