IDI: Promosikan RS Itu Baik, Tapi Jangan Ganggu Pasien

IDI: Promosikan RS Itu Baik, Tapi Jangan Ganggu Pasien

Septiana Ledysia - detikNews
Sabtu, 29 Des 2012 12:54 WIB
IDI: Promosikan RS Itu Baik, Tapi Jangan Ganggu Pasien
RSAB Harapan Kita (Septiana/ detikcom)
Jakarta - Proses syuting sinetron 'Love in Paris' di RSAB Harapan Kita dikritik oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Promosi boleh-boleh saja dilakukan oleh rumah sakit, asalkan tidak boleh mengganggu proses pengobatan dan kenyamanan pasien.

"Membuat flm bukan pekerjaan utama RS. Film untuk promosikan RS itu baik. Tapi tidak boleh mengganggu pasien, keluarga pasien dan tenaga medis untuk bantu pasien," terang Ketua Umum IDI Zaenal Abidin usai memberikan keterangan pers soal tanggap bencana banjir di Sekretariat PB IDI, Jl Dr Samratulangi No 29, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2012).

Masalah yang terjadi di RSAB Harapan Kita menurut Zaenal sudah ditangani Kemenkes. IDI selaku organisasi dokter berharap hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah Harkit (Harapan Kita-red) sudah ditangani pemerintah dan Kementrian Kesehatan. Seharusnya tidak terulang lagi," imbuhnya.

Soal syuting dan komersialisasi RS, menurut Zaenal, tidak perlu diatur secara khusus. Semua itu sudah tercantum dalam UU dan kode etik RS.

"Kalau ada yang menganggu kenyamanan. Sebaiknya jangan dilakukan," pesannya.

(gah/asp)


Berita Terkait