Rifki (17) salah satu penumpang yang juga menjadi korban mengatakan pelaku berjumlah dua orang. Dia juga mengambarkan ciri-ciri pelaku pembajakan tersebut.
"Yang satu kurus pakai topi warna hitam baju merah. Yang satu lagi pakai topi hitam kaos hitam," jelas Rifki di UGD RS UKI, Jakarta Timur, Sabtu (29/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingginya se saya tinggi sedikit, rada hitam kurus, dua-duanya kurus. Kayaknya pakai tindik di telinga kiri yang kaos hitam. Yang nodong yang pake kaos hitam," paparnya.
Dua pelaku tersebut tidak membawa alat musik apapun saat masuk ke dalam angkot. Mereka berdua hanya berpuisi tentang kondisi mereka.
"Mungkin kami dilahirkan nggak seberuntung kalian. Kami menjadi anak jalanan karena ingin mencari sesuap nasi. Kami sudah bosan masuk penjara," kata Rifki menirukan beberapa bait puisi tersebut.
"Dua perampok itu logatnya kayak Jakarta asli gitu," lanjutnya.
Sementara itu rekan Rifki, Azzam, menduga sopir juga ketakutan saat terjadi penodongan tersebut. Dia melihat sopir juga masih usia remaja.
"Sopir angkotnya masih bocah. Sama pelakunya dia disuruh cepetin angkotnya, sopirnya juga takut," paparnya.
Azzam mengatakan di dalam angkot tersebut ada sekitar 7 orang termasuk sopir. 4 penumpang dibelakang laki-laki dan 2 di depan wanita. 4 penumpang dibelakang berhasil melarikan diri dengan cara meloncat.
4 orang yang dibelakang adalah Muhammad Abdullah Azzam (16), Rifki Firmansyah (17), Muhammad Marfaiz Nur Azri (16) dan Haerudin (42). Haerudin tewas di dekat lokasi setelah meloncat dari angkot yang melaju kencang.
(ega/ega)










































