"Menjelang tahun pemilu, anggota DPR tidak akan fokus bekerja untuk rakyat. Tetapi berlomba-lomba mengumpulkan pundi-pundi untuk ongkos mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2014 nanti," ujar peneliti korupsi politik ICW, Apung Widadi, dalam jumpa pers di Warung Daun Cikini, Jakpus, Jumat (28/12/2012).
Data ICW mencatat sejumlah kasus mafia anggaran di DPR yang menyeret sejumlah politisi. Kasus itu di antaranya suap dana percepatan infrastruktur daerah, wisma atlet, Hambalang dan proyek Kemendiknas. Dari kasus ini anggota DPR yang menjadi tersangka ataupun sudah divonis bersalah adalah Wa Ode Nurhayati, Nazaruddi, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menengok banyaknya kasus di lingkaran anggota dewan, ICW mendorong lembaga penegak hukum khususnya KPK proaktif menuntaskan perkara yang tengah disidik."KPK ke depan harus aktif dan lebih ganas lagi dalam menuntaskan korupsi mafia anggaran," kata Apung.
Sementara itu, Koordinator Bidang Poitik ICW, Abdullah Dahlan menambahkan, pola praktik korupsi di tahun 2012 sudah tergambar. Korupsi katanya bermula dari rancangan konsep anggaran.
"Dalam konteks parlemen, terungkap desain konstruksi bekerjanya mafia anggaran. Penegakan hukum pada korupsi politik belum maksimal. Secara umum belum pada konteks menuntaskan, jadi harus dituntaskan," imbuhnya.
(fdn/lh)











































