"Dalam dua hari terakhir, temperatur Moscow mencapai minus 7 derajat celcius, sedangkan temperatur rata-rata Rusia mencapai minus 20 derajat", pungkas Direktur Informasi dan Media P.L.E Priatna, Jumat (28/12/2012).
Priatna mendapat kabar kepastian kondisi WNI dari Dubes RI Djauhari Oratmangun. Pihak KBRI Moscow akan terus memonitor keadaan WNI di beberapa wilayah dan mengunjungi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 492 WNI saat ini berada di Rusia dengan 130 diantaranya adalah mahasiswa. "KBRI Moscow akan terus melakukan monitoring terhadap WNI, khususnya mahasiswa yang tinggal jauh dari Moscow yang mengalami udara yang jauh lebih dingin", pungkas Priatna.
Cuaca dingin yang ekstrim ini telah memakan korban 90 orang meninggal, 600 orang dirawat di rumah sakit dan 1.300 orang lainya masih dalam perawatan. Korban akibat dingin ini terjadi di beberapa tempat seperti Tuba yang mencapai minus 40 derajat.
Cuaca buruk ini telah terjadi selama sekitar dua minggu di seluruh Rusia. Di daerah Siberia, suhu udara bahkan dapat mencapai minus 30 sampai minus 50 derajat. Pemerintah Rusia saat ini tengah melakukan evakuasi bagi warga yang mengalami masalah dengan alat pemanas sentral. Keadaan cuaca ini merupakan yang terburuk yang dialami Rusia sejak 1938.
(ndr/gah)











































