Dubes Aussie: Soal Pre-emptive Strike, Itu Kampanye Downer
Kamis, 23 Sep 2004 18:03 WIB
Jakarta - Pernyataan PM Australia John Howard soal rencana melakukan pre-emptive strike (serangan mendahului) terhadap negara-negara yang dijadikan sarang teroris dinilai merupakan bagian dari kampanye."Apapun yang dikatakan Howard bukan lah kebijakan pemerintah Australia. Tapi itu merupakan bagian dari kampanye Howard."Demikian disampaikan Dubes Australia untuk Indonesia David Ritchie dalam jumpa pers di Kantor Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2004).Pada 20 September 2004, Howard menyatakan tidak segan-segan melancarkan serangan secara sepihak. Menlu Australia Alexander Downer menambahkan, Indonesia, Filipina, Malaysia atau Singapura tidak akan menjadi sasaran serangan itu."Bila perlu, Australia akan menyerang 'negara-negara gagal' yang tidak mampu mengawasi dirinya sendiri. Tentu saja kami tidak akan menyerang Indonesia tanpa persetujuan Indonesia. Untuk melancarkan ide tersebut, akan ditempatkan tim antiteroris di Indonesia dan Filipina," sebutnya.Namun ditegaskan Ritchie, Howard dalam pernyataannya tidak menunjuk pada satu negara tertentu. "Dia tidak mengatakan hal itu. Dia mengatakan, bila ada serangan ke negara manapun, kami akan berusaha menghentikannya. Jadi tidak menyatakan secara spesifik itu Indonesia. Indonesia telah memiliki kapasitas untuk menangani teroris," ujarnya.Menurut dia, Downer pun telah berkali-kali mengatakan, Indonesia memiliki kapasitas untuk menangani teroris. "Kalau ada serangan terhadap warga negara Australia di negara mana pun, pemerintah akan berbicara kepada negara yang bersangkutan, begitu juga dengan Indonesia," demikian Ritchie.
(sss/)











































