"Rajin-rajinlah untuk memeriksa informasi di website MA dan satuan kerja yang ada. Jangan sampai ketinggalan informasi hanya karena kesulitan mengakses website karena alasan masih gaptek, atau terhambat akses karena buruknya infrastruktur, karena ini penting untuk memastikan supaya pembaruan bersifat inklusif, partisipatif dan berkelanjutan," kata Ketua MA Hatta Ali.
Hal ini disampaikan saat berpidato usai melantik Ketua Pengadilan Tinggi di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi efektif Januari nanti, gaji saudara-saudara mungkin akan sama atau sedikit lebih tinggi dari sebagian Hakim Agung. Hendaknya ini saudara perhatikan untuk memastikan kinerja saudara yang optimal dan mencerminkan kepercayaan dan privilege yang saudara terima,"ujarnya.
Di tengah kritikan terhadap MA, Hatta Ali bersyukur hasil proses Penjaminan Mutu (Quality Assurance) terhadap pelaksanaan Reformasi Gelombang Ke II di MA dan peradilan di bawahnya mendapat penilaian meningkat. Namun dia mengkritisi reformasi lembaga belum menyeluruh total.
"Dengan demikian saya ingin mengingatkan, bahwa pencapaian ini harus dilihat secara kritis. Meskipun saya hargai sepenuhnya upaya segenap pejabat dan warga peradilan terkait dengan penyiapan proses penjaminan mutu Reformasi Birokrasi, namun saya tekankan saat ini, bahwa masih banyak capaian tersebut kelihatannya tidak memiliki akar yang kuat," ujar hakim agung yang pernah menjabat Ketua Muda MA bidang Pengawasan ini.
"Saya paham, kita masih banyak memiliki kelemahan, masih banyak daerah yang dijadikan sampel uji petik yang melaksanakan proyek dengan pendekatan sistem kebut semalam," pungkas Hatta Ali.
(asp/van)










































