Ada Hal Sensitif, Aussie Enggan Ungkap Penyelidikan Bom
Kamis, 23 Sep 2004 17:34 WIB
Jakarta - Karena ada beberapa hal yang sensitif, Pemerintah Australia enggan mengungkapkan hasil penyelidikan yang dilakukan Australian Federal Police (AFP) dalam kasus bom Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta."Saya menerima informasi dari kepolisian Australia tentang perkembangan penyelidikan kasus bom. Mereka masih bekerja sama dengan polisi Indonesia. Tapi saya tidak bisa mengatakannya kepada Anda. Karena saya tidak mengetahui secara rinci. Ada beberapa hal yang sensitif. Tapi AFP merasa sangat puas dengan kerja kepolisian Indonesia."Demikian disampaikan Dubes Australia untuk Indonesia David Ritchie dalam jumpa pers di Kantor Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2004).Pemerintah Australia, lanjut dia, sudah menggalang dana untuk korban yang meninggal dan cidera sebesar US$ 1 juta. Australia juga menyediakan bantuan untuk dana medis dan pemulihan korban yang cidera, seperti halnya 3 korban yang dirawat di Singapura."Saat ini kita juga sedang membangun dan merehabilitasi segala kerusakan di Kantor Kedubes Australia. Saya minta maaf kepada masyarakat di Jakarta karena kantor ditutup sementara untuk umum," kata Ritchie.Sejak bom Bali hingga sekarang, tutur dia, Pemerintah Australia terus melakukan kerja sama dengan polisi Indonesia dalam menangani teroris."Pemerintah Australia tidak menyalahkan Pemerintah Indonesia, karena ini dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia. Pelaku peledakan bom adalah pelaku kriminal biasa, bukan kelompok agama, yaitu Islam," ujar Ritchie.
(sss/)











































