Salah satu korban luka yaitu penjaga rumah, Hartadi Novianto (23) mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (27/12/2012). Saat itu, ia hendak menutup pintu garasi yang berada di lantai satu, namun tiba-tiba dua orang tak dikenal mendatanginya sambil menuduh Hartadi sudah memukuli rekan mereka.
"Datangnya naik GL pro, Revo dan Blade, terus tiba-tiba mereka nuduh saya sambil mendorong ke pojokan ruangan. Terus tiga orang lainnya menyusul masuk," kata Hartadi di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga orang yang menyusul masuk dan membawa parang sepanjang 50 sentimeter. Mereka lalu masuk ke ruang televisi yang berada di kiri ruangan. Di dalam ruangan tersebut adik dan teman Hartadi yaitu Zaenudin (16) Rhitoa Dedy Wibowo (30), Maskur (26), Yanuardi Kusmanto (23), dan Ricoh Ariadijaya (19), terkejut ketika ditodong parang.
"Mereka mengambil sembilan handphone termasuk yang masih dicas. Dua orang lainnya jaga di luar," ujar Hartadi.
Saat pelaku meminta dompet, pelaku menolak dan saat itulah lima pelaku yang ada di dalam rumah memainkan parangnya. Akibatnya lima orang terluka.
"Mereka juga merusak barang-barang di lantai satu termasuk televisi dan motor," tandasnya.
Setelah puas melukai korbannya, para pelaku kabur dari rumah tersebut dengan membawa sembilan telepon seluler merk Nokia, Samsung dan Cross, satu unit DVD player dan tiga buah helm. Tidak lama setelah itu, keponakan pemilik rumah, Andri yang tadinya berada di lantai dua segera turun ke bawah dan melaporkan peristiwa itu ke ketua RT dan diteruskan ke kepolisian.
Dari lima korban luka, salah satunya yaitu Zaenudin terpaksa dilarikan ke RS Kariadi karena luka pada pergelangan tangan kanan dan kiri tepat di nadi serta kaki kiri. Sementara itu Rithoa mengalami luka bacok di kepala dan sudah mendapatkan penanganan klinik setempat. Sedangkan Maskur mengalami luka memar pada pipi kanan dan Yanuardi Kusmanto terluka di bagian bibir.
"Adik saya, Zaenudin dibawa ke RS Kariadi. Saya sendiri luka di punggung, kaki dan bawah ketiak kiri," ungkap Hartadi.
Ia menambahkan sekitar seminggu terakhir, sering terlihat gerombolan orang seperti memperhatikan rumah milik Mustofa yang hanya sesekali dikunjungi pemiliknya itu. Meski sudah sempat curiga, tapi Hartadi mengaku tidak menyangka kejadian seperti itu menimpa dirinya.
"Pak Mustofa hanya sesekali berkunjung," imbuh Hartadi.
Sementara itu, Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan, saat ini kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di rumah anggota DPRD Kabupaten Grobogan tersebut sudah ditangani oleh Polrestabes Semarang.
"Saksi yang sudah sempat diperiksa tiga orang, yang dua menunggu karena masih sakit," kata Kompol Yani Permana saat dikonfirmasi.
(alg/trw)











































