Saat ini mobil itu diletakkan di Pospol Lalu Lintas Unit Jagakarsa, tepat di bawah fly over TB Simatupang bersama dengan ratusan kendaran roda empat dan dua lainnya yang juga hancur akibat kecelakan lalu lintas.
Pantauan detikcom, Kamis (27/12/2012), bagian depan mobil itu hancur parah dan tidak berbentuk. Bamper mobil juga hancur dan kaca depan hampir pecah. Spion kiri hilang. Sementara bagian belakang mobil relatif masih bagus.
Terdapat becak darah di jok kursi sopir. Sebuah bantal kecil bermotif bendera Amerika Serikat berada di jok kursi bagian tengah.
Pos itu memang menjadi tempat penyimpanan barang bukti kecelakaan lalu lintas Polres Jakarta Selatan. Di lokasi itu, ratusan mobil dan motor rusak karena kecelakaan lalu lintas dikumpulkan.
Kecelakaan terjadi di Jalan Ampera sekitar pukul 00.30 WIB. Nissan Livina B 1796 KFL menyerempet Daihatsu Taruna B 8162 RR. Kemudian mobil Livina itu dikejar oleh Daihatsu Taruna. Dalam pengejaran tersebut, Livina menabrak sejumlah motor, gerobak pecel lele serta tujuh orang yang sedang berada di dekat gerobak. Dua orang tewas dalam kejadian tersebut.
Sang sopir Livina, Andika Pradika (27), bersama penumpangnya yang merupakan warga Korea, Hwancheol (27), sempat dihakimi massa sebelum akhirnya diamankan oleh polisi. Kini Andika, Hwancheol, dua jenazah dan dua orang luka berat dirawat ada di RS Fatmawati. Sedangkan korban lainnya dirawat di rumah sakit Jakarta Medical Center (JMC).
Andika juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
(rmd/trw)











































