Ada Tersangka Baru, Polri Evaluasi Bom Kedubes Malam Ini

Ada Tersangka Baru, Polri Evaluasi Bom Kedubes Malam Ini

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2004 17:01 WIB
Jakarta - Jumlah tersangka kasus bom di depan Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta bertambah dari empat tersangka yang sudah ditangkap. Polri pun akan melakukan evaluasi malam ini."Saya akan rapat mengenai perkembangan terakhir kasus bom Kedubes malam nanti. Kita akan evaluasi dulu, baru setelah itu kita akan sampaikan hasil-hasilnya."Demikian kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar usai mengikuti Sidang MPR RI di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (23/9/2004).Sudah ada tersangka baru? tanya wartawan. "Ada sih satu dua. Tapi nanti saja, karena kita masih akan rapat," ungkapnya."Sementara ini, lima orang sudah ditangkap. Kemungkinan akan ada penambahan lagi. Kita lihat evaluasinya nanti," kata Da'i.Hal berbeda disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman di kantornya jalan Trunojoyo Jakarta Selatan. Menurutnya, sampai sekarang belum ada perkembangan kasus bom Kedubes, baik tes DNA maupun pemeriksaan lainnya."Kemarin sempat ada seseorang yang diperiksa karena wajah dan namanya mirip dengan Rois. Dia ditangkap bandara. Lalu setelah di-cross check dengan data-data yang ada di kepolisian, ternyata tidak terbukti. Akhirnya orang tersebut dilepas," tutur Paiman.Empat tersangka yang sudah ditahan berinisial AAH alias Agus, UB, IS, dan DN. AAH mengaku bersama Dr Azahari dan Rois mengangkut bahan peledak dari Menceng Cengkareng ke rumahnya di Jawa Barat atas perintah Rois.Azahari bahkan pernah menginap dua malam di rumah AAH. AAH berperan menyembunyikan bom dan kemudian memindahkannya dari Jawa Barat ke Banten, dengan mobil boks Daihatsu Zebra bernomor polisi B 9065 NH.Mabes Polri masih mencari orang-orang yang diduga melakukan peledakan bom di Kedubes Australia, yakni Azahari, Noor Din Moh Top, Dulmatin, Abu Dujana, Hasan, Rois, Zulkarnaen, Zuhroni alias Oni alias Nu'aim, Haji Ibrahim Nurdin, dan Umar alias Pa'tek alias Zacky. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads