Surat Faiz untuk Pak SBY
Kamis, 23 Sep 2004 16:36 WIB
Jakarta - Masih ingat Abdurahman Faiz? Namanya mendadak terkenal saat memenangkan Lomba Menulis Surat untuk Presiden RI tingkat nasional tahun 2003. Saat itu usianya 8 tahun. Kini, Faiz juga menulis surat untuk SBY, yang sebentar lagi akan dilantik jadi presiden Indonesia. Faiz memang luar biasa. Kelahiran Jakarta 15 November 1995 ini juga sudah menulis buku kumpulan puisi 'Untuk Bunda dan Dunia' (DAR! Mizan 2004) dan 'Guru Matahari' DAR! Mizan 2004). Murid Kelas III SDN 02 Cipayung, Jakarta Timur ini juga aktif di Forum Lingkar Pena Kids dan sering diundang membacakan karyanya dalam berbagai forum.Surat kepada SBY ini ditulisnya pada 21 September 2004 dan telah beredar di sejumlah mailing list. Rencananya, Faiz akan membacakan surat tersebut pada acara Nutrilon Royal Talent Kids, live di Metro TV, Kamis 23 september, pukul 20.00 WIB. Berikut isi surat Faiz untuk SBY: SURAT UNTUK PRESIDEN BARUKUKepada Yang TerhormatBapak SBYDi tempatAssalaamu'alaikum.Apa kabar, Pak? Aku berharap Bapak baik-baik saja seperti aku saat ini.Bapak, namaku Faiz. Sekarang aku duduk di kelas III SD. Aku suka sekali membaca dan menulis. Alhamdulillah aku sudah menerbitkan dua buku. Tahun lalu aku mengirim surat pada Ibu Presiden. Kata orang, suratku lucu. Ibu Mega sempat juga membalasnya.Bapak sayang, selamat ya sudah dipilih rakyat sebagai Presiden Indonesia yang baru. Selain bersyukur, aku tahu Bapak pasti deg degan. Soalnya menjadi Presiden itu kan susah. PR-nya banyak sekali, lebih banyak dari PR seluruh murid sekolah di dunia ini. Aku tahu juga sedikit tentang PR itu, Pak. Misalnya PR bagaimana membuat rakyat tersenyum. Kan susah ya Pak. Kalau semua harga mahal, untuk makan,berobat dan sekolah saja susah, bagaimana rakyat mau tersenyum? Apalagi cari pekerjaan pun sukar sekali. Kudengar di luar negeri banyak tenaga kerja kita yang disiksa. Terus juga PR untuk membuat negeri kita lebih aman. Agar jangan banyak orang jahat berkeliaran, apalagi bawa bom segala. Kami takut sekali.Kalau bisa nanti negeri kita tidak mendapat rangking I lagi untuk korupsi. Sedih kalau ingat itu. Padahal teman teman kecilku banyak yang harus berjuang di jalanan. Padahal negeri kita kaya. Makanya aku harap Bapak bisa peka dan tegas. Mimpiku sih ingin punya presiden yang dekat sekali dengan rakyat. Tidak malu makan di warung, sering jalan ke tempat kumuh, ngobrol dengan orang kecil seperti aku dan sering tersenyum.Bapak yang ganteng dan pintar, betapa berat menjadi presiden yang tumbuh dari duka lara rakyat. Apalagi rakyatnya selalu berharap terus seperti aku. Ya seperti yang Bapak bilang, Bapak tak bisa berjuang sendirian, tapi bersama kita bisa! Aku yakin itu!Aku juga ingat kata Bunda, kalau kita menjadi orang baik dan punya hati yang bersih, kita akan dicintai tidak hanya di bumi tapi juga di langit. Makanya aku berdoa semoga nanti tak ada lagi airmata duka. Hanya ada pelangi di mata kita. Seperti lagu yang sering Bapak nyanyikan itu loh.Selamat berjuang, Presiden baruku. Aku akan selalu mendoakan Bapak. Tapi kalau Bapak salah, biarpun Bapak Presiden, Doktor dan Jenderal berbadan tegap, aku boleh menegur ya? Dan Bapak jangan marah ya, sebab itu aku lakukan karena cinta.Jakarta, 21 September 2004Salam hormatAbdurahman FaizKelas III SDN 02 Cipayung, Jakarta Timur
(asy/)











































