Akbar: Pemecatan Fahmi Cs Dipertanggungjawabkan di Munas
Kamis, 23 Sep 2004 16:06 WIB
Jakarta -
Usulan agar Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi penengah atau membantu menyelesikan konflik internal di Partai Golkar ditanggapi dingin oleh Akbar Tandjung. Menurut Akbar, pemecatan Fahmi Idris sudah bersifat tetap dan tinggal dipertanggung jawabkan dalam musyawarah nasional Golkar yang akan digelar 15 Desember mendatang di Denpasar, Bali."Keputusan kami sudah jelas, tinggal dipertanggungjawabkan dalam munas nanti," kata Ketua umum Partai Golkar ini di sela-sela Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2004).Sementara menanggapi pernyataan anggota Forum Pembaharuan Partai (FPPG) Golkar Anton Lesiangi bahwa dirinya berbohong dalam persidangan kasus korupsi Bulog, Akbar menyatakan tuduhan itu tidak berdasar."Masalah Bulog sudah selesai secara hukum. Lakukan saja proses hukumnya kalau mungkin. Sebab negara kita adalah negara hukum," katanya dengan nada tinggi.
(gtp/)










































