Megawati Tak Hadiri Laporan Lembaga Tinggi Negara

Megawati Tak Hadiri Laporan Lembaga Tinggi Negara

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2004 15:39 WIB
Jakarta - Meski dijadwalkan hadir, Presiden Megawati tak menghadiri laporan lembaga tinggi negara dalam Sidang Tahunan (ST) MPR. Mega memilih berdiam di rumahnya dan menjamu para menteri yang datang bergantian.Laporan lembaga tinggi negara dijawadlkan dimulai pukul 14.00 WIB, Kamis (23/9/2004). Dijadwalkan acara itu akan dihadiri Presiden, Wapres, Ketua DPR, Ketua MA, Ketua MK dan Kepala BPK. Namun hingga pukul 15.30 WIB, Mega masih berada di kediaman pribadinya di Kebagusan. Mega sibuk menerima sejumlah tamu yang datang.Tamu pertama yang datang ke rumah Mega setelah pidato di ST MPR, adalah cawapres Hasyim Muzadi. Mega melakukan pertemuan dengan Hasyim sekitar 2 jam, mulai pukul 11.30 WIB dan berakhir pukul 13.50 WIB. Hasyim yang dicegat wartawan usai pertemuan tak mau memberi komentar. Hasyim tetap melaju dengan mobilnya meninggalkan rumah Mega. Setelah Hasyim, giliran Menteri Pertanian Bungaran Saragih dan Menkimpraswil Soenarno bertandang ke rumah Mega. Bungaran menuturkan pertemuannya dengan Mega berlangsung santai. Pertemuan, katanya, sama sekali tak membahas hasil Pemilu Presiden (pilpres) putaran kedua yang hampir pasti dimenangkan SBY. Mega, menurut Bungaran, tak tampak gelisah menghadapi akhir penghitungan suara. Mega dengan santai malah mengajaknya makan siang bersama. "Kita makan-makan enak tadi. Dan ini untuk pertama kalinya saya makan semeja dengan ibu," kata Bungaran. Bungaran menemui Presiden untuk meminta izin ke Jerman 1 Oktober 2004 mendatang untuk menerima gelar doktor honoris causa dari George August University Jerman.Pemerintah Baru Lebih BaikPada kesempatan itu Bungaran juga menyatakan tak mengkhawatirkan akhir kabinet pimpinan Mega. Ia yakin pemerintahan baru dibawah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan lebih baik. "Gak masalah. Saya yakin pemerintah baru besok akan lebih bagus," kata Bungaran. Bagaimana dengan nasib kementerian anda? "Kita serahkanlah pada pemerintah baru," katanya.Bungaran juga menolak memberikan rekomendasi tentang orang yang tepat untuk menduduki posisi Menteri Pertanian. "Tenang saja, pemerintah baru sudah siapkan itu. Kalian tenang-tenang saja," katanya saat ditanya rekomendasi orang yang layak menjadi menteri pertanian. (iy/)


Berita Terkait