Ical vs Akbar, Peneliti LSI: Paling Ujung-ujungnya Setoran

Ical vs Akbar, Peneliti LSI: Paling Ujung-ujungnya Setoran

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 26 Des 2012 14:27 WIB
Ical vs Akbar, Peneliti LSI: Paling Ujung-ujungnya Setoran
Jakarta - Ketua Wantim Golkar Akbar Tandjung dianggap mempreteli pencapresan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) karena mendorong evaluasi elektabilitas Ical. Menurut Direktur Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Arman Salam, masalah internal Golkar ini ujung-ujungnya hanya soal setoran saja.

"Dari segi elite tetap berpengaruh, yang ingin menunggangi Golkar itu kan banyak, ada dari Wantim ada Pak Jusuf Kalla (JK). Secara elite memang pertarungan seperti ini sangat menguras energi. Memang tindakan seperti itu memang dilakukan elite yang oportunis, mungkin satu sisi belum ada setoran entah itu materi ataukah itu sifatnya dalam bentuk kontrak dan sebagainya," kata Arman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (26/12/2012).

Pertarungan petinggi Golkar ini juga mempengaruhi kondisi internal Golkar. Bagaimanapun Akbar Tandjung adalah salah satu tokoh kuat di Golkar. Akbar juga punya sejarah lama di Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah berpengaruh secara peta politik elite? Sangat berpengaruh. Akbar Tandjung tokoh kuat di internal Golkar. Ini menjadi masalah buat Partai Golkar apabila tidak ada keutuhan suara dalam mencalonkan capresnya. Karena pengalaman selama dua kali Pilpres Golkar terpecah-pecah dengan aneka tokoh yang bertarung, itu juga risiko yang membuat Partai Golkar besar tapi gagal di Pilpres," katanya.

Konflik petinggi Golkar dinilai Arman sangat melelahkan Ical sebagai capres Golkar. Meskipun Ical tak bisa diremehkan, namun goyangan Akbar jelas tak hanya membuat dia lelah secara pikiran, namun juga secara material.

"Ical bukan lawan yang lemah juga, beliau juga keras sekali. Beberapa pengurus yang berseberangan langsung dihabisi. Saya kira itu dilakukan untuk mengamankan kursinya dan memuluskan rencana dia capres, saya kira itu wajar saja," paparnya.

"Satu sisi Ical kuat di aneka bidang baik materi maupun lainnya. Secara faktual Ical salah satu capres terkaya saat ini. Kemudian ada orang yang mengganggu di internal partai juga bukan orang yang sembarangan, misalnya Akbar Tandjung yang pernah mengangkat Golkar saat sulit. Saya kira cukup berat ya, tapi kalau saya membaca sih ujung-ujungnya setoran aja," tandasnya.

(van/nrl)


Berita Terkait