"Dari segi elite tetap berpengaruh, yang ingin menunggangi Golkar itu kan banyak, ada dari Wantim ada Pak Jusuf Kalla (JK). Secara elite memang pertarungan seperti ini sangat menguras energi. Memang tindakan seperti itu memang dilakukan elite yang oportunis, mungkin satu sisi belum ada setoran entah itu materi ataukah itu sifatnya dalam bentuk kontrak dan sebagainya," kata Arman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (26/12/2012).
Pertarungan petinggi Golkar ini juga mempengaruhi kondisi internal Golkar. Bagaimanapun Akbar Tandjung adalah salah satu tokoh kuat di Golkar. Akbar juga punya sejarah lama di Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konflik petinggi Golkar dinilai Arman sangat melelahkan Ical sebagai capres Golkar. Meskipun Ical tak bisa diremehkan, namun goyangan Akbar jelas tak hanya membuat dia lelah secara pikiran, namun juga secara material.
"Ical bukan lawan yang lemah juga, beliau juga keras sekali. Beberapa pengurus yang berseberangan langsung dihabisi. Saya kira itu dilakukan untuk mengamankan kursinya dan memuluskan rencana dia capres, saya kira itu wajar saja," paparnya.
"Satu sisi Ical kuat di aneka bidang baik materi maupun lainnya. Secara faktual Ical salah satu capres terkaya saat ini. Kemudian ada orang yang mengganggu di internal partai juga bukan orang yang sembarangan, misalnya Akbar Tandjung yang pernah mengangkat Golkar saat sulit. Saya kira cukup berat ya, tapi kalau saya membaca sih ujung-ujungnya setoran aja," tandasnya.
(van/nrl)










































