6 Temuan teraneh pada hewan ini dilansir dari Live Science:
1. Lemur Kanibal
|
Foto: Anni Hanalainen/Science Now
|
Kendati praktik kanibalisme dilakukan spesies primata lain, namun peneliti belum pernah menemukan lemur abu-abu ini memakan sesamanya. Foto dari lemur kanibal ini dimuat di American Journal of Primatology.
2. Ular Bertentakel
|
dok Smithsonian National Zoo
|
Ular langka bertentakel ini sebenarnya berasal dari Asia Tenggara. Tentakel pada ular itu berfungsi sebagai antena perasa saat ular berenang dalam air.
3. Ikan Berpenis di Kepala
|
dok Zootaxa/Live Science
|
Spesies ikan ini dinamakan Phallostethus cuulong. Ikan ini salah satu dari sedikit ikan yang melakukan pembuahan telur di dalam tubuh betina dari pada di luar.
4. Spons Karnivora
|
dok Monterey Bay Aquarium Research Institute
|
Spesies ini belum pernah dilihat sebelumnya. Hewan ini makan dengan menempel pada permukaan lumpur di dasar laut. Kemudian ombak bawah laut yang membawa hewan-hewan kecil akan nyantol di masing-masing 'batang lilin' mereka.
5. Cacing Zombie
|
dok Jamstec
|
Nah pada Juli 2012 lalu, pertemuan dari Komunitas Biologi Eksperimen mengumumkan bahwa mereka bisa memakan tulang dengan mengeluarkan zat asam. Zat asam yang dikeluarkan membuat cacing bisa menguraikan tulang dan menyerapnya.
Namun cara makan cacing itu baru fenomena gunung es dari cacing yang memiliki nama ilmiah Osedax ini. Cacing betina bisa tumbuh sampai 3 cm, namun yang jantan tak pernah tumbuh lebih dari 1 mm. Cacing jantan diperkirakan hidup dalam tabung bergelatin yang menutupi tubuh betina, dan tugasnya hanya membuahi.
Cacing ini sebenarnya ditemukan pada 2002 lalu di tulang ikan paus, namun mekanisme pencernaannya baru saja ditemukan.
6. Kura-kura yang Pipis dari Mulut Lancipnya
|
dok Journal of Experimental Biology
|
Ilmuwan mengatakan yang terbiasa mengeluarkan urea melalui mulut lazimnya selama ini hanya ikan. Kura-kura ini ditemukan di dataran kering yang mengandung garam tinggi. Ilmuwan menanggap 'pipis dari mulut' ini adalah bentuk adaptasi kura-kura yang tak cukup mendapatkan air bersih untuk menguras urea dalam tubuhnya melalui urine. Tubuh kura-kura ini kemudian memindahkan urea mereka melalui insang dan kemudian mengurasnya dengan air asin melalui mulut mereka.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada Journal of Experimental Biology di Oktober 2012.
Halaman 2 dari 7











































