"Saya jadi capres siap sumpah pocong. Calon pejabat juga harus berani sumpah pocong," kata pengacara berusia 36 tahun ini saat berbincang dengan detikcom, Rabu (26/12/2012).
Dia yakin, sumpah pocong tidak melanggar aturan. Sumpah pocong ini merupakan budaya masyarakat Indonesia. Sumpah pocong itu diberlakukan agar mereka benar-benar taat dan tidak korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farhat menegaskan, pencalonannya ini bukan main-main. Dia terpanggil karena melihat calon yang sudah ada. Dia ingin calon dari generasi muda. Apalagi, berkaca di AS sebagian besar capres berasal dari kalangan pengacara.
"Saya punya semangat idealisme. Kita siap bangkit untuk Indonesia," terang Farhat yang mengaku sempat bergabung dengan Partai Demokrat tapi tak mendapat respons ini.
Suami Nia Daniati ini juga optimistis dengan dukungan yang diraih. Di twitter saja sudah banyak yang mendukungnya untuk maju di 2014.
"Saya punya reputasi di dunia internasional, saya pengacara yang membela WN Australia dari hukuman kasus narkoba," promosinya merujuk pada geng narkoba Bali Nine yang diganjar hukuman seumur hidup.
(ndr/nrl)











































