Korban luka lainnya adalah Widyanto (30). Widyanto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu Widyanto sedang beristirahat di kamar, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan seketika atap kamarnya runtuh tertimbun dinding pabrik.
"Terdengar suara berisik terus saya refleks lompat dari kasur tapi terlambat. Tangan kanan saya luka kena reruntuhan," kata pria yang akrab dipanggil Wiwid itu di rumahnya, Jalan Tambra Dalam 3, Semarang, Rabu (26/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lukanya hanya di kepala. Dia (Vino) langsung dibawa orangtuanya ke RS Elisabeth," ujar Wiwid.
Selain mengakibatkan korban luka, peristiwa tersebut menyebabkan empat atap rumah milik Habianto, Jumadi, Marjono, dan Habib yang dulunya digunakan sebagai mes karyawan pabrik baterai rusak parah. Perabotan yang berada di empat rumah itu juga mengalami kerusakan.
Tidak berselang lama setelah kejadian, pihak personalia pabrik plastik langsung mendatangi lokasi dan menyatakan akan segera mengganti kerugian dan biaya pengobatan di rumah sakit.
"Tadi personalia sudah ke lokasi, semua kerugian termasuk perabotan dan pengobatan akan diganti," kata petugas keamanan pabrik plastik PT Dwi Karya, Damiri (65).
Diketahui ruangan pabrik yang dindingnya roboh tersebut sudah lama dalam keadaan kosong dan digunakan sebagai penitipan barang pabrik. Sementara di lantai dua digunakan sebagai kantor direksi. Ruang produksi pabrik plastik PT Dwi Karya sendiri saat ini berada di bangunan yang letaknya tidak jauh dari pabrik lamanya.
(/)










































