Wasekjen Golkar: Untuk Apa Akbar Goyang Ical?

Wasekjen Golkar: Untuk Apa Akbar Goyang Ical?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 26 Des 2012 08:02 WIB
Wasekjen Golkar: Untuk Apa Akbar Goyang Ical?
Jakarta - Wantim Golkar Akbar Tandjung meminta elektabilitas pencapresan Ical kembali dikaji di Rapimnas Golkar tahun 2013 nanti. Internal Golkar bergejolak, membaca kepentingan Akbar.

"Soal penetapan Capres Golkar itu sudah sesuai mekanisme organisasi. Dan Rapimnas adalah forum pengambil keputusan tertinggi di bawah Munas. Dan saat Rapimnas II Oktober 2011 dan Juni 2012, Pak Akbar kan selalu hadir. Beliau tahu prosesnya. Jadi tiba-tiba beliau meminta DPD II dilibatkan dalam Rapimnas mendatang, kan jadi timbul pertanyaan, ada apa sebenarnya dengan beliau?" kata Wasekjen Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada detikcom, Rabu (26/12/2012).

Menurut Lalu Mara, Akbar sebagai senior di Partai Golkar, pernah jadi ketua umum, dan kini sebagai ketua wantim, pastilah mengetahui bahwa peserta Rapimnas itu sesuai AD/ART adalah DPD I. Dan DPD II adalah peserta pada Rapimda Provinsi, namun kenapa Akbar mengumbar penobatan Ical sebagai Capres memancing ketidakpuasan DPD II?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada Rapimnas II kan sudah jelas, bahwa keputusannya merekomendasikan pencalonan Pak ARB sebagai Capres tahun 2014 dari Partai Golkar. Dan pada Rapimnas III ditetapkan sebagai Calon Presiden tahun 2014 dari Partai Golkar. Jadi tahapannya kan jelas, dari rekomendasi sampai penetapan. Dan beliau selaku Ketua Wantim kan selalu hadir di setiap Rapimnas Partai Golkar," jelasnya.

Lalu Mara memandang, selama 3 tahun Pak ARB selaku Ketum kan tahapannya jelas, grafik partai pun termasuk beliau selaku capres terus menanjak. Dan hasil dari seluruh lembaga survei kan menempatkan Partai Golkar di posisi teratas.

"Dan capres Partai Golkar masuk 4 besar. Tentu hasil ini menggembirakan, tapi tak harus membuat kita selaku kader jumawa atau lupa diri. Tapi sebaliknya terus bekerja dan bekerja sehingga sukses ke 4 dalam catur sukses bisa tercapai," katanya.

Namun saran Akbar untuk meningkatkan elektabilitas Ical tetap akan didengarkan. Meski terkait pembahasan ulang pencapresan Ical dengan melibatkan DPD II Golkar jelas ditolak Ical.

"Saran beliau untuk meningkatkan elektabilitas itu juga sesuai dengan Amanat Rapimnas II. Dan saat ini memang elektabilitas Partai Golkar lebih tinggi dari Capres Partai Golkar, itu betul. Karena pemilu legislatif kan lebih dahulu, baru selanjutnya Pilpres. Dengan sukses mencapai target 30persen di pemilu legislatif maka partai Golkar bisa mengusung capresnya sendiri," katanya.

"Jadi jangan dibalik, elektabilitas capres harus lebih tinggi dari partai untuk saat ini. Karena kalau itu terjadi bisa-bisa Partai Golkar tak bisa mengusung capresnya sendiri. Mengingat UU mensyaratkan perolehan suara 20 persen. Meski demikian selisih antara elektabilitas Partai Golkar dengan capres Pak ARB juga tidak terlalu lebar, sekitar 2-3 persen, termasuk dengan Pak Prabowo dan Bu Mega. Jadi semuanya dalam koridor yang benar," tandasnya optimis.

(van/rmd)


Berita Terkait