Bom Rakitan Ditemukan di Pospol Pasar Sentral Poso

Bom Rakitan Ditemukan di Pospol Pasar Sentral Poso

- detikNews
Selasa, 25 Des 2012 17:38 WIB
Bom Rakitan Ditemukan di Pospol Pasar Sentral Poso
Ilustrasi (gothamist.com)
Jakarta - Bom rakitan yang siap meledak ditemukan di Pos Pengamanan Polisi Pasar Sentral Poso, Sulawesi Tengah pada hari Natal, Selasa (25/12/2012) ini. Bom itu berhasil dijinakkan oleh Tim Gegana.

Informasi yang diperoleh detikcom, bom itu ditemukan di Pospol Lantas Pasar Sentral Poso pukul 06.30 WITA. Awalnya Briptu Hartono tiba di Pospol itu untuk melakukan pengamanan Operasi Lilin.

Briptu Hartono memeriksa sekitar Pospol. Dia kemudian membuka laci meja dan menemukan satu tas laptop berwarna hitam. Briptu Hartono kemudian bertanya kepada rekannya Briptu Sahrul mengenai kepemilikan tas laptop ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tak ada anggota Pospol itu yang merasa memiliki tas laptop itu. Nah karena curiga, maka tak ada satu pun anggota yang bertugas di Pospol menyentuh tas dan menjauh dari Pospol itu. Komandan Pospol Bripka Made Surawan melaporkan tas laptop mencurigakan itu ke Polres Poso.

Sekitar pukul 07.10 WITA, satuan penjinak bom dari Satuan Brimob Polda Sulteng tiba di TKP untuk mengamankan tas laptop mencurigakan itu. Tas mencurigakan itu kemudian dijinakkan.

Hasilnya, dalam satu tas laptop bermerek Toshiba warna hitam itu didapati 1 HP Nokia, kabel hitam dan merah, jerigen 5 kg warna merah, paku 13 cm, paku 5 cm, nomor panggilan masuk 4 kali panggilan tak terjawab di HP, 2 detonator, kartu XL, uraian nitrat, kantong kresek merah dan pembungkus detonator.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius ketika dikonfirmasi detikcom membenarkan penemuan bom rakitan itu.

"Iya, tadi pagi sebelum mengisi Pospam Pasar Sentral Poso dilakukan sterilisasi dan ditemukan ransel mencurigakan. Dan dilakukan pengecekan ternyata bom yang berhasil dijinakkan oleh Tim Gegana," kata Suhardi dalam pesan tertulis.

"Sedang didalami siapa yang menaruh dan apakah ada kaitan dengan kelompok-kelompok yang dalam penyelidikan aparat," tandas mantan Wakil Kapolda Metro Jaya ini.


(nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads