Informasi yang diperoleh detikcom, bom itu ditemukan di Pospol Lantas Pasar Sentral Poso pukul 06.30 WITA. Awalnya Briptu Hartono tiba di Pospol itu untuk melakukan pengamanan Operasi Lilin.
Briptu Hartono memeriksa sekitar Pospol. Dia kemudian membuka laci meja dan menemukan satu tas laptop berwarna hitam. Briptu Hartono kemudian bertanya kepada rekannya Briptu Sahrul mengenai kepemilikan tas laptop ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 07.10 WITA, satuan penjinak bom dari Satuan Brimob Polda Sulteng tiba di TKP untuk mengamankan tas laptop mencurigakan itu. Tas mencurigakan itu kemudian dijinakkan.
Hasilnya, dalam satu tas laptop bermerek Toshiba warna hitam itu didapati 1 HP Nokia, kabel hitam dan merah, jerigen 5 kg warna merah, paku 13 cm, paku 5 cm, nomor panggilan masuk 4 kali panggilan tak terjawab di HP, 2 detonator, kartu XL, uraian nitrat, kantong kresek merah dan pembungkus detonator.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius ketika dikonfirmasi detikcom membenarkan penemuan bom rakitan itu.
"Iya, tadi pagi sebelum mengisi Pospam Pasar Sentral Poso dilakukan sterilisasi dan ditemukan ransel mencurigakan. Dan dilakukan pengecekan ternyata bom yang berhasil dijinakkan oleh Tim Gegana," kata Suhardi dalam pesan tertulis.
"Sedang didalami siapa yang menaruh dan apakah ada kaitan dengan kelompok-kelompok yang dalam penyelidikan aparat," tandas mantan Wakil Kapolda Metro Jaya ini.
(nwk/nrl)











































