"Kita ajukan kurang lebih 10 ribu sumur resapan. Kalau tidak dikerjakan juga, kualitas air tanah menjadi semakin tidak baik. Ya itu urusan Wali Kota perbaikan drainase. Semua ingin kita gerakkan," kata Jokowi usai menyambangi rumah korban banjir yang tewas, M Soleh, di RT 10 RW 01, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2012).
Menurut dia, berbagai solusi banjir bakal ditempuh seperti normalisasi sungai dan kali.
"Tahun depan masuk ke Angke, Sunter, mengurangi 12 titik banjir, tahun depan masuk ke sungai lain. Dari 70 titik banjir, terkurangi 12 titik. Progresnya harus ada. Saya bukan dewa, bukan sulap yang bisa langsung balikkan tangan," papar dia.
Selain itu solusi jangka pendek, kata Jokowi, antara lain evakuasi warga, bantuan-bantuan ke lapangan yang harus direspons cepat, persiapan di dapur umum.
"Nanti tahun depan APBD diketok langsung untuk selokan, kali-kali kecil kita juga akan sertakan. Kita minta bantuan ke Polda, Kopassus, Marinir, semuanya," kata pria berusia 51 tahun ini.
Ketika ditanya mengenai solusi pemukiman baru bagi warga korban banjir, Jokowi menjawab hal itu dibutuhkan proses dan waktu.
"Masyarakat merasa terbiasa (dengan banjir), tapi tetap apapun harus dibicarakan solusi. Jangan sampai bertahun-tahun seperti ini. Saya mau berbicara, posisinya masih banjir-banjir seperti ini," kata sarjana Kehutanan UGM ini.
(aan/nrl)











































