Inilah 6 Peristiwa Perusakan Halte Busway yang Terjadi di Jakarta

Inilah 6 Peristiwa Perusakan Halte Busway yang Terjadi di Jakarta

Nala Edwin - detikNews
Selasa, 25 Des 2012 16:07 WIB
Inilah 6 Peristiwa Perusakan Halte Busway yang Terjadi di Jakarta
Jakarta - Pengerusakan Halte Bus TransJ masih terus terjadi di berbagai wialayah Jakarta. Menurut data yang ada sejak 2009 hingga kini ada 12 halte yang pernah menjadi korban vandalisme. Kaca-kaca halte busway ini kebanyakan dihancurkan tanpa motif yang jelas.

Hingga kini baru satu kasus perusakan yang bisa diungkap polisi. Sedangkan kasus-kasus perusakan lainnya masih misterius. Senjata yang digunakan untuk perusakan halte busway juga tidak jelas.

Misalnya saja perusakan halte busway BNN di Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur yang terjadi pada Minggu (23/12) malam, hingga kini tidak jelas senjata apa yang digunakan untuk perusakan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sekali 'serangan' bisanya terdapat beberapa halte yang dirusak. Dalam satu malam para pelaku pengerusakan ini bisa merusak bebrapa halte yang terletak di ruas jalan yang sama. Tidak adanya CCTV dan juga kurangnya saksi membuat kasus-kasus ini masih sulit diungkap. Berikut ini adalah pengerusakan-pengerusakan halte bus TransJ yang pernah terjadi di Jakarta:

1. Kaca-kaca Halte Busway BNN Dirusak Orang Tak Dikenal

Pengerusakan halte yang terletak di depan BNN Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, ini terjadi pada Minggu (23/12) sekitar pukul 19.30 WIB. Warga sempat mendengar letusan senjata api sebelum kaca di halte tersebut pecah, namun polisi yang melakukan olah TKP tak menemukan proyekil peluru.

"Kita sudah ubek-ubek mencari, tidak ditemukan proyektil peluru. Jadi belum bisa disimpulkan ini ditembak," kata Kapolsek Kramatjati Kompol Handini kepada detikcom, Selasa (25/12/2012).

Handini mengatakan, polisi juga sudah melakukan uji coba dengan menembak kaca menggunakan airsoft gun. Hal ini untuk pengetahui apakah senjata ini yang digunakan untuk menghancurkan kata-kaca fasilitas publik itu.

"Kita coba di tempat lain menembak kaca dengan airsoft gun tapi tidak seperti itu rusaknya," katanya.

2. 4 Halte Busway yang Ditembaki Orang Tak Dikenal

Pada Sabtu (4/8/2012) malam, penembakan dengan target halte bus TransJakarta kembali terjadi. Tidak hanya satu, tetapi ada empat halte yang ditembaki pelaku.

"Ada 4 halte di Jl MT Haryono, yakni Tebet BKPM, halte Cawang Ciliwung, stasiun Cawang, dan Cawang Otista yang berdekatan," ujar Kepala Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta, M Akbar, saat dihubungi detikcom, Minggu (5/8/2012).

BLU TransJ menyayangkan terjadinya peristiwa itu. Sebab halte busway bukanlah milik TransJakarta melainkan milik masyarakat pengguna bus.

"Maka itu sangat kami sayangkan," sambung Akbar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.05 WIB saat halte tidak lagi beroperasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut saksi mata yang merupakan satpam halte, pelaku diduga menggunakan sedan Soluna silver dan melarikan diri ke arah Kampung Melayu.

Diduga kuat pelaku menggunakan senapan angin, karena saat peristiwa berlangsung saksi mata tidak mendengar suara letusan laiknya senjata api.

3. 3 Halte Busway di Kawasan Setiabudi Jadi Sasaran Perusakan

Pada Kamis (16/8) lalu tiga buah halte di kawasan Setiabudi menjadi sasarang pengerusakan. Kaca-kaca di tiga halte tersebut pecah akibat pengerusakan itu.

Tiga Halte tersebut yakni halte Jamsostek Jl Gatot Subroto, Halte Karet dan Halte Semanggi. Halte ini dirusak sekitar pukul 01.15 WIB. Halte kedua yakni halte busway Kuningan Barat, tepat di depan SPBU Gatot Subroto. Halte ini 'dikerjai' orang sekitar pukul 01.18 WIB. Halte ketiga yakni halte Pancoran Barat, di depan Gedung Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto. Halte ini dirusak sekitar pukul 01.23 WIB.

Pelaku masih belum diketahui. Sementara yang dirusak adalah kaca yang dipasang sebagai dinding halte. Di kaca tersebut diduga terkena benturan dan terdapat lubang kecil berdiameter 2 milimeter.

4. Halte Busway Pancoran Tugu & Tebet BKPM Jadi Sasaran Perusakan

Pada Minggu (11/11/2012) pukul 04.30 WIB dua buah halte kembali menjadi sasaran pengerusakan. Pengerusakan terjadi di Halte Pancoran Tugu dan Halte Tebet BKPM. Di halte Pancoran Tugu yang menjadi sasaran perusakan adalah kaca bagian pintu. Lebih dari setengah bagian kaca pintu ukuran 2,5 x 1 meter itu sudah tidak ada.

Sedangkan untuk halte Tebet BKPM, perusakan mengenai kaca seluas 3 x 0,5 meter. Dan kaca yang masih menempel hanya tersisa sekitar 20% bagiannya.

"Kita belum bisa pastikan, apakah itu ditembak atau bukan, karena tidak ada proyektil. Bisa saja itu lemparan batu. Tadi pagi jam setengah lima, di Tebet, 2 halte yang berdekatan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan saat dihubungi, Minggu (11/11/2012).

Hermawan menambahkan, kaca-kaca di 2 halte busway itu pecah. Apakah ditemukan batu?

"Memang banyak batu di sekitar situ. Tapi kami belum bisa pastikan itu," imbuh dia.

Polisi sudah memeriksa 3 saksi mata di sekitar kejadian. Halte busway yang dirusak adalah Halte Tugu Pancoran dan Halte Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

5. Halte Busway Assiddiqiyah Ditembaki Orang Tak Dikenal

Kasus penembakan halte busway Assiddiqiyah terjadi pada Kamis (12/11/2009) lalu. Penembakan di Halte TransJakarta Assiddiqiyah, Kedoya Utara, Jakarta Barat itu terjadi 2 kali. Diduga pelaku penembakan lebih dari dua orang.

"Pelaku menggunakan mobil Toyota Kijang. Pelaku kayaknya lebih dari dua orang," kata petugas TransJakarta, Endang Gahara kepada detikcom di lokasi, Kamis (12/11/2009).

Menurut Endang, penembakan itu sudah dua kali terjadi. "Malam itu juga dua kali. Kejadian pertama menembaki bagian kiri halte arah Grogol," jelasnya.

Pantauan detikcom, terdapat 6 kaca yang ditembaki di bagian kiri. Sedangkan di bagian kanan ada 2 kaca yang pecah.

Endang menceritakan beberapa menit setelah penembakan pertama pukul 00.50 WIB, dini hari tadi, pelaku menembaki halte kembali dari arah Grogol menuju Kebon Jeruk.

"Pas kejadian memang ada petugas keamanan shelter. Tapi dia ngumpet di tiket bagian loket karena takut," imbuhnya.

Menurut Endang, petugas keamanan berjaga dari pukul 09.30 WIB-04.30 WIB keesokan harinya. "Sebelumnya seminggu lalu pernah juga halte busway Kebon Jeruk ditembaki," ujarnya.

Hingga kini TransJ belum bisa pastikan apa penyebab peristiwa tersebut. "Apa dendam atau apa. Nggak bisa memastikan belum pernah ada yang komplain ke posko busway yang di Trunojoyo," ungkapnya.

6. Mahasiswa Pelempar Botol Jack'D ke Halte Busway Cakung Ditangkap

Polisi menangkap pelaku pelemparan botol minuman keras (miras) ke halte busway di Cakung, Jaktim. 4 Pelaku diketahui merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta. Mereka melempar halte karena iseng dan terpengaruh minuman keras.

"Pengakuan sementara motifnya iseng karena dipengaruhi miras. Mereka diperiksa di Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (14/8/2012).

Pelemparan itu terjadi pada pukul 04.15 WIB pagi tadi. Akibat pelemparan yang dilakukan R (22) warga Pondok Kopi, F (22) warga Harapan Baru, bekasi, S (23) warga Kota Baru, dan A (23) Warga Kota Baru, mengakibatkan kaca depan halte retak.

"Hasil penanganan satpam halte busway dan patroli polisi, kita ketahui pelaku yang lempar halte itu dari mobil Kijang Rover Silver B 2244 XE," jelas Rikwanto.

Penangkapan pelaku melalui penelusuran pelat mobil. Diketahui, pemilik mobil tersebut adalah Muhammad Soleh yang beralamat di Sunter, kemudian ditelusuri alamatnya dan diketahui mobil sudah dijual ke Alan di Kota Baru, Bekasi Barat.

"Di situ kita tanyakan dan ditangkap 4 orang. Mereka melempar memakai botol Jack Daniel," jelasnya. Salah satu pelaku sudah tidak kuliah.

Para pelaku mendapat minuman keras dari minimarket di Kelapa Gading. Mereka kemudian minum-minum dan bergerak menuju ke Bekasi. "Dalam perjalanan lewat lokasi, ada halte bus kemudian melempar dengan botol. Dikenakan pasal 170 KUHP dengan barang bukti pecahan kaca, botol dan mobil," tutur Rikwanto.
Halaman 2 dari 7
(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini