Uni Eropa Kritik Pelaksanaan Pilpres Putaran Kedua

Uni Eropa Kritik Pelaksanaan Pilpres Putaran Kedua

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2004 13:12 WIB
Jakarta - Pemantau Pemilu dari Uni Eropa menyampaikan sejumlah kritik pada pelaksanaan pilpres putaran kedua. Meski demikian, pilpres secara umum dinilai berlangsung tertib dan aman. "Pemilihan suara berlangsung secara tertib dan damai. Proses pemungutan suara dinilai positif di 82 TPS yang dikunjungi dan kenetralan petugas TPS sangat tinggi. KPU telah menyelenggarakan sebuah pemilihan umum yang sangat kompleks namun tetap berjalan baik. Ini adalah prestasi yang membanggakan bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia internasional," ungkap Ketua Pemantau Pemilu dari Uni Eropa Glyn Ford di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/9/2004).Dalam acara itu, Uni Eropa menyampaikan sejumlah kritik tentang pelaksanaan pemilu. Pertama, mengenai penutupan TPS lebih awal yakni pukul 11.30 WIB. "Ini menciptakan kebingunan pemilih,menimbulkan ketidakkonsistenan dan bisa menimbulkan peluang manipulasi," kata Ford.Hasil pantauan Uni Eropa menunjukkan banyak TPS di 14 provinsi yang tutup lebih awal.Kritik kedua, seharusnya daftar pemilih dikelola lebih baik. "Semestinya daftar tersebut di up date dan harus tercatat secara permanen. Kalau tidak diawasi dengan ketat bisa menimbulkan peluang kecurangan," ujarnya.Selanjutnya, peraturan KPU kepada pasangan capres untuk kampanye visi misi selama tiga hari dinilai sangat terburu-buru dan menguntungkan salahsatu calon.Kritik terakhir, mengenai peran media yang dinilai sangat positif menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang para calon presiden. Namun, untuk media elektronik ada beberapa media yang pemberitaannya bias lebih mendukung salah satu calon. (aan/)


Berita Terkait