Amien: Koalisi Kebangsaan Jadi Korektor Pemerintahan SBY

Amien: Koalisi Kebangsaan Jadi Korektor Pemerintahan SBY

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2004 13:05 WIB
Jakarta - Koalisi Kebangsaan yang digalang PDIP, Golkar, PPP, dan PDS akan menjadi korektor pemerintahan SBY-JK. Kemenangan SBY-JK pada Pilpres putaran dua dianggap sebagai suatu berkah.Hal ini dikatakan Ketua MPR Amien Rais kepada wartawan usai Rapat Paripurna Sidang Tahunan MPR di Gedung MPR/DPR Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2004)."Koalisi kebangsaan memang mendominasi di parlemen, dan akan menjadi korektor terhadap pemerintahan SBY-JK. Tapi teman-teman SBY-JK di legislatif juga cukup banyak, hampir 50 persen. Hal ini akan menimbulkan orkestra demokrasi yang lebih indah menurut saya. jadi tidak akan ada pemerintahan yang kawin dengan legislatif, dan terjadi tau sama tau," kata Amien.Lebih lanjut lagi Amien mengatakan pelantikan SBY-JK sebagai Presiden dan Wapres periode 2004-2009 akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang. "Kami sendiri sudah yakin bahwa yang menang pada Pilpres putaran dua adalah SBY-JK. Mereka akan dilantik secara resmi pada 20 Oktober nanti," imbuhnya.Amien menambahkan, kemenangan SBY merupakan berkah, dimana SBY adalah calon dari partai kecil. "Itu merupakan berkah dari langit," tuturnya singkat.Menanggapi keinginan Akbar Tandjung untuk menguasai DPR melalui Koalisi Kebangsaan, Amien mengatakan hal tersebut tidaklah mudah. "Jumlah PDIP plus Partai Golkar dalam Koalisi Kebangsaan itu belum separuh anggota DPR. Sisanya masih ada separuh lebih dari Partai lain, jadi belum tentu bisa menguasai," Amien berujar.Ketua MPR yang baru, menurut Amien bisa berasal dari PDIP atau Partai Golkar. "Akbar Tandjung kan sudah tidak di DPR lagi, tapi nantinya kemungkinan calon Ketua MPR berasal dari Partai Golkar dan PDIP," ungkapnya.Ditanya apakah SBY sudah menawari posisi bagi kader PAN dalam Kabinetnya, Ketua DPP PAN ini mengaku belum mendapat tawaran tersebut. "Sejauh ini, dalam pembicaraan kami belum ada panggilan terhadap kader PAN untuk masuk dalam kabinet SBY-JK. Tapi saya tidak otoriter untuk menolak atau mengiyakan apabila ada yang diajak bergabung," demikian Amien. (dit/)


Berita Terkait