Hartas: Tidak Hanya Gang of Three, Mega Juga Harus Mundur
Kamis, 23 Sep 2004 12:38 WIB
Jakarta -
Politisi PDIP Haryanto Taslam (Hartas) setuju bila gang of three, yaitu Sutjipto, Pramono Anung, dan Gunawan Wirasarojo diganti, karena telah membuat PDIP gagal. Namun, tidak cukup itu. Semua pengurus DPP, termasuk, Mega juga harus mundur. Sikap Hartas ini disampaikan saat dihubungi di sela-sela Sidang Tahunan MPR di gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Soebroto, Kamis (23/9/2004). Hartas menghadiri ST MPR sebagai anggota MPR dari Fraksi PDIP. Istilah 'gang of three' disampaikan politisi PDIP yang juga salah seorang Ketua DPP PDIP Kwin Kian Gie. Kwik yang menemui Ketua Umum PDIP Megawati di Kebagusan pada Rabu (22/9/2004) malam menyebut 'gang of three' itu harus bertanggung jawab atas kekalahan Megawati dalam pemilihan presiden (pilpres). Menurut Kwik, Sutjipto, Pramono Anung, dan Gunawan, yang merupakan bintang PDIP saat ini, hanyalah mencari muka di depan Mega. "Kami akan membuat gerakan untuk mengusir gang of three di tubuh PDIP," ujar Kwik. Saat bertemu Mega, Kwik menyebutkan sejumlah orang yang ikut bersamanya, seperti Soetardjo Soerjogoeritno, Sabam Sirait, Alex Litaay, dan Haryanto Taslam. Hartas menilai, gang of three itu memang harus diganti. "Tidak hanya mereka saja, tapi semua pengurus DPP PDIP harus mundur, termasuk Mega sebagai ketua umum," kata Hartas. Menurut Hartas, DPP PDIP telah terbukti gagal dalam pemilihan presiden. "Selain pilpres, program lain DPP juga gagal semua. Kalau mereka tidak diganti, akan membuat buruk PDIP, dan konstituen akan segera meninggalkannya," kata Hartas. Lantas bagaimana untuk menggusur personel DPP PDIP? Menurut Hartas, caranya harus sesuai mekanisme partai, yaitu kongres dipercepat. "Kalau masalah ini berlarut-larut, partai akan semakin hancur-hancuran," tegasnya. Hartas juga mengaku siap untuk tampil kembali membawa PDIP ke arah lebih baik. Dia membantah telah keluar dari PDIP saat menjadi caleg DPR dari PNBK. "Saya tidak pernah keluar dan tidak pernah dipecat dari PDIP. Kalau dulu saya caleg dari PNBK, memang iya. Tapi, saya sudah mengajukan surat kepada ketua umum untuk meminta izin. Tapi, saya tidak pernah keluar. Saham saya di PDIP masih komplit," ungkapnya. Meski setuju dengan sikap Kwik, namun Hartas membantah bila dirinya ikut pertemuan Kwik dengan Megawati di Kebagusan, Jakarta pada Rabu (22/9/2004) malam. "Saya tidak ikut. Tadi malam saya ada di rumah. Tapi, mungkin maksud Pak Kwik baik, agar-agar orang-orang yang disingkirkan, sekarang bisa kembali berjuang untuk PDIP," ujarnya.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































