Puff!! Rp 3 Triliun 'Melayang' Tiap Hari karena Macet

Puff!! Rp 3 Triliun 'Melayang' Tiap Hari karena Macet

Ramdhania El Hida - detikNews
Senin, 24 Des 2012 11:11 WIB
Puff!! Rp 3 Triliun Melayang Tiap Hari karena Macet
Ilustrasi kemacetan (dok. detikcom)
Jakarta - Beberapa hari ini warga DKI Jakarta gusar dengan banjir yang melanda perumahan hingga pusat perkotaan. Dampaknya, macet yang teramat sangat, bahkan tidak jarang janji-janji penting yang telah dibuat harus dibatalkan karena alasan macet ini. Sebetulnya, apa dampak macet total yang melanda ibukota negara terhadap ekonomi?

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menilai kemacetan total yang terjadi di Jakarta dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional kota ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Yang pasti PDRB DKI akan terganggu, hitung saja PRDB DKI berapa dibagi 365 hari, jadi kalau terjadi pada hari kerja, maka PDRB pada 1 hari akan terganggu. Hal ini terjadi ketika tahun 2002 dan 2007 di mana kegiatan ekonomi lumpuh hampir seminggu," tegasnya kepada detikFinance, Senin (24/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jakarta sebagai kota penyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia paling utama ini memiliki PDRB atas dasar harga berlaku DKI Jakarta pada 2011 sebesar Rp 982,5 triliun, sedangkan pada tahun 2010 sebesar Rp 862,1 triliun atau terjadi peningkatan sebesar Rp 120,5 triliun.

"Dengan demikian, jika dengan PDRB tahun lalu, maka PDRB Jakarta sehari hampir Rp 3 triliun. Jumlah inilah yang akan hilang jika Jakarta mengalami kelumpuhan akibat banjir dan macet," tuturnya.

Andrinof mengaku untuk kejadian banjir dan mecet yang terjadi beberapa hari belakangan ini, belum begitu berdampak. Pasalnya, kejadian itu terjadi pada hari libur.

"Banjir dan hujan ekstrim ini kan terjadi di akhir pekan bukan hari kerja, jadi tidak berpengaruh pada transaksi yang terjadi dan penurunan produktivitas. Yang kemarin belum ke mal, kan sekarang ke mal-nya," tandasnya.

(nia/dru)


Berita Terkait