AS Tegaskan Tak akan Pernah Bernegosiasi dengan Teroris
Kamis, 23 Sep 2004 11:48 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tidak akan pernah bernegosiasi dengan para teroris. Penegasan ini disampaikan menyusul pemenggalan dua warga AS oleh kelompok militan Irak.Washington tidak akan mengubah kebijakan apapun pasca kematian dua sandera AS tersebut. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Colin Powell, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/9/2004)."Kami sangat menyesalkan kepergian dua orang ini yang pergi untuk membantu rakyat Irak dan simpati saya untuk keluarga-keluarga mereka melihat cara kematian mereka dan saya sampaikan duka cita mendalam untuk para keluarga," tukas Powell."Namun satu hal yang telah kami pelajari selama ini, yakni bahwa kita tidak bisa bernegosiasi dengan teroris-teroris seperti ini," tandas Powell di sela-sela sesi tahunan Majelis Umum PBB."Kita tidak bisa menyerah kepada mereka karena itu semua hanya akan mendorong mereka untuk melakukannya lagi, dan karena itulah kebijakan kami akan tetap tidak berubah," tegas Powell.Komentar Powell ini disampaikan menyusul terbunuhnya dua kontraktor AS yang diculik dan disandera di Irak. Eugene "Jack" Armstrong dan Jack Hensley diculik bersama rekan mereka, Kenneth Bigley asal Inggris dari rumah mereka di Baghdad pada 15 September lalu. Sejak awal penculik mengancam akan membunuh trio sandera tersebut satu per satu jika tawanan-tawanan wanita Irak tidak dibebaskan dari penjara yang dikelola AS di Irak.Menurut otoritas AS dan Irak, hanya ada dua tahanan wanita di penjara yang dikuasai militer AS. Mereka adalah Rihab Taha dan Huda Salih Mahdi Amash, keduanya diduga terlibat dalam program senjata pemusnah massal semasa rezim Saddam Hussein.
(ita/)











































