Kisah Motor, Helm dan Terik Matahari di Ho Chi Minh

Kisah Motor, Helm dan Terik Matahari di Ho Chi Minh

- detikNews
Minggu, 23 Des 2012 04:58 WIB
Kisah Motor, Helm dan Terik Matahari di Ho Chi Minh
Ho Chi Minh - Lalu lintas di Kota Ho Chi Minh, Vietnam tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Macet dan dipadati oleh sepeda motor. Bedanya, cuaca di Ho Chi Minh jauh melebihi Jakarta dalam hal panas.

Terik matahari itulah yang membuat para pengendara motor di kota ini 'kompak' memilih helm catok. "Di sini nggak ada yang mau gunakan helm full face," kata seorang warga Vietnam, Ali, yang fasih menggunakan bahasa Indonesia, Kamis (21/12/2012) beberapa waktu lalu.

Pemerintah Vietnam sebenarnya sudah mewajibkan pengendara motor supaya menggunakan helm full face. Dalam beberapa waktu, kebijakan itu memang ditaati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dengan sangat terpaksa kebijakan itu pun harus dilanggar. Ali yang pernah mengenyam pendidikan di UGM ini menjelaskan apa penyebab dilanggarnya aturan itu.

Menurut Ali, panas matahari yang menyinari Ho Chi Minh luar biasa sangat panas. Bahkan bisa menyentuh angka 45 derajat celcius.

"Pengap jadinya (kalau pakai helm full face). Kekurangan oksigen. Malah pernah ada yang pingsan pas berhenti di lampu merah. Akhirnya pada pakai helm catok biar kena angin," papar pria yang memiliki istri dari Makassar ini.

Namun apakah benar ada orang pingsan karena kepanasan, tidak ada yang tahu. Tapi detikcom sendiri merasakan teriknya matahari itu. Terlebih lagi saat pukul 12.00 waktu setempat.

Panas menyengat seperti menggigit kulit. Jauh melebihi panas di Jakarta. Atap toko di pinggir jalan atau pohon-pohn yang berdiri rindang menjadi pilihan bijak untuk menghindari terik matahari.

Sebagian besar pemotor juga terlihat banyak yang menggunakan sarung tangan hingga penutup mulut. Namun meski panas, jalanan kota ini tetap saja dipenuhi oleh pemotor.

Hampir di segala sudut jalan, puluhan motor terlihat lalu lalang. Bahkan di perempatan jalan, jika lampu merah menyala, jalanan pun seperti tertutupi motor.

Mereka berebut agar menjadi yang tercepat. Bahkan pejalan kaki yang menyeberang pun suka tidak dipedulikan. Dan sesekali, ada juga motor yang menyerobot pedestrian.

(mok/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads