Selamat Hari Wanita!

Kolma

Selamat Hari Wanita!

- detikNews
Sabtu, 22 Des 2012 15:39 WIB
Selamat Hari Wanita!
Den Haag - Hujan pujian dan ungkapan sayang pada para Ibu hari ini, baik melalui media sosial, telepon, maupun kartu ucapan. Sebagian ada yang mengekspresikan dengan bermacam-macam hadiah kejutan. Yang tinggal serumah, Ibu dimanjakan dengan sarapan di atas dipan, ada buket bunga istimewa dan 1001 ragam cara lainnya. Tapi ada sebagian wanita yang justru hari ini sangat bersedih, tersisihkan, karena merasa bukan sebagai Ibu, akibat berbagai sebab tak bisa melahirkan anak atau sampai tenggat biologis tetap berstatus lajang. Seorang teman dekat menulis, "Ini bukan hari untuk saya. Saya bukan seorang Ibu...,"

Kalimat singkat itu mendorong saya menulis catatan kecil ini. Benarkah hari ini, 22 Desember, adalah Hari Ibu? Sejarah mencatat: tidak! Akar dari hari yang dirayakan sebagai Hari Ibu ini adalah sebuah kongres kecil dan tertutup di Gedung Dalem Tayadipuran, Yogyakarta, 22-25 Desember 1928, dihadiri oleh sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota Jawa dan Sumatera. Semangat di era kolonialisme yang membakar para wanita saat itu adalah perjuangan membangun kaumnya, membangun bangsanya.

Salah satu keputusan kongres adalah menyepakati terbentuknya Kongres Wanita Indonesia, yang selanjutnya menggelar kongres pertama dengan skala lebih besar di Batavia pada 1929. Indische Courant edisi 14 Desember 1929 (Koninklijke Bibliotheek, Den Haag) mencatat sebaran pamflet untuk mengkondisikan kongres di bawah judul "Het Eerste Inlandsche Vrouwen Congres (Kongres Wanita Indonesia Pertama)" sebagai berikut: "Te Weltevreden zal in het "Indonesische" Club-gebouw in Gang Kanarie, Kramat, alhier, van 28-31 December a.s het eerste Inlandsche Vrouwen Congres in Nederlands-Indie worden gehouden onder auspicien van de PNI (di Menteng, dalam gedung Indonesische Club di Gang Kenari, Kramat, akan digelar Kongres Wanita Indonesia pertama di Nederlands-Indie pada 28-31 Desember akan datang di bawah pengawasan PNI),"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga sekarang. Penetapan tanggal 22 Desember itu sesuai juga dengan keputusan Kongres Wanita Indonesia III tahun 1938, yang memilih tanggal pertama kali mereka berkongres di Yogyakarta itu sebagai hari peringatan perjuangan mereka.

Akar sejarah yang berkonteks perjuangan itu pula yang membedakannya dengan Mother's Day di Eropa dan Amerika yang dirayakan pada bulan Mei (di Belanda dirayakan setiap Minggu kedua bulan Mei, tanggalnya tidak relevan). Jadi hari ini seyogyanya adalah hari mengenang perjuangan wanita Indonesia, Hari Wanita, untuk semua wanita Indonesia, yang memungkinkan wanita Indonesia menjadi terpelajar dan menjadi profesional yang dibanggakan seperti sekarang. Untuk wanita Indonesia, ibu atau bukan, inklusif, hari ini adalah hari Anda semua. Selamat!

Lange Voorhout, Den Haag, 22 Desember 2012

Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan redaksi. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads