Kapolres Nias AKBP Mardiaz K Dwihananto menyatakan, kedua tersangka ditangkap di rumah keduanya yang berada di Desa Lasara Siwalubanua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias. Masing-masing Perianus Waruwu, lelaki berusia 20 tahun yang tercatat sebagai mahasiswa semester III, IKIP Gunung Sitoli. Sementara ibunya Arilia, berusia 40 tahun.
"Penangkapan itu bermula dari operasi yang dilaksanakan tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres untuk mengungkap kasus pembunuhan," kata Kapolres Mardiaz kepada wartawan, Jumat (21/12/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kamis (20/12/2012) dinihari sekitar pukul 03.30 WIB, dilakukan penyergapan ke rumah tersebut. Kedua tersangka dibekuk tanpa perlawanan. Selanjutnya saat penggeledahan dilakukan, di dalam kamar tersangka ditemukan 1 pucuk senjata api rakitan berikut 1 butir peluru.
Selain itu, ditemukan juga 3 unit senapan angin bekas, 1 popor senjata, 14 batang pipa besi yang diduga digunakan sebagai laras senjata, 8 pegas, 1 pucuk replika senjata dari kayu, 1 tombak, 7 senjata tajam berbagai ukuran, dan 3 kikir besi. Dari lokasi juga ditemukan 1 tas berisikan rekapan togel, 1 buku tafsir mimpi dan sejumlah uang berbagai pecahan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Mardiaz, diketahui tersangka Perianus beserta orang tuanya Yamonaha Waruwu selama ini telah memproduksi senjata api rakitan. Sepanjang tahun 2012 ini mereka telah menjual 10 pucuk senjata dan 2 butir peluru dengan harga Rp 250 ribu per pucuk.
“Hingga saat ini kedua tersangka masih kita periksa untuk mengungkap berbagai tindak pidana yang diduga terkait dengan penggunaan senjata api rakitan,” kata Kapolres Mardiaz sembari menyatakan kedua tersangka dikenai pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
(rul/tor)










































