Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menemukan modus baru dalam penculikan bayi, di mana pelaku memantau media sosial seperti Facebook. Karena itu, Arist mengingatkan agar orangtua yang baru memiliki bayi tidak perlu menuliskan status kelahiran bayinya di Facebook secara lengkap.
"Lahir jam berapa, berat panjangnya berapa, di rumah sakit mana semuanya ditulis di status Facebook. Semua orang bisa lihat, ini kan memancing dan memudahkan orang yang berniat jahat," ujar Arist dalam jumpa pers laporan akhir tahun 2012 di kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Jumat (21/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arist juga mengatakan pelaku penculikan umumnya adalah orang terdekat atau keluarganya. Paling tidak mengenal orang tua dari bayi tersebut. Bahkan di beberapa tempat bersalin melibatkan dan memanfaatkan pegawai setempat.
"Umumnya, bayi-bayi tersebut diculik sehari atau dua hari setelah dilahirkan," pungkas Arist.
(/rmd)










































