"Adanya anggota DPRD yang non-muslim sudah ada, di Papua, Papua Barat, jadi bukan hal yang aneh punya anggota DPRD atau DPR dari non-muslim. Sepanjang memang mereka memenuhi persyatan yang dipenuhi PKS," ungkap ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid dalam jumpa pers di Bakso Lapangan tembak Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Menurutnya, meski PKS adalah partai berasas Islam, tetapi bukan berarti menjadi partai yang tertutup dan membatasi dengan dengan lingkup ke-Islaman. Sebab pada prinsipnya Islam mengajarkan keterbukaan dalam berpikir.
"Itu sejak awal yang kami yakini. Kalau tidak meyakini keterbukaan, PKS cukup saja jadi LSM atau Ormas. Itulah karenanya dalam konteks parpol harus terbuka," lanjutnya.
Namun menurut Hidayat, tentu akan lebih baik jika pencalonan itu sesuai kapasitasnya. Maka sangat wajar bila caleg yang beragama Islam diusung oleh partai Islam, begitu juga sebaliknya.
"Sangat wajar kalau kristiani diwakili oleh kalangan kristiani, Islam diwakili oleh kalangan Islam itu dialektika yang rasional. Secara prinsip PKS terus membuka diri dan bekerjasama dengan siapapun, ada tim pecalegaan," ucap Hidayat.
(/lh)











































